Dua Bocah Meregang Nyawa di Embung Dusun Pelerang Sukadana

Mereka mengancam akan membakar lokasi jika pemerintah daerah tidak segera mengambil tindakan, karena akibat lokasi tersebut dua anak tewas.

Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Suasana pemakaman dua bocah yang tenggelam di kolam embung Dinas Pertanian, Senin (28/11/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA – Dua bocah, Olivia Nain Sari dan Marwandi meregang nyawa akibat tenggelam di sebuah kolam penampungan air sawah (Embung) di Dusun Pelerang Desa Benawai Agung Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara (KKU), Minggu (27/11/2016).

Warga dan orangtua korban menuding terbengkalainya lokasi pengairan sawah milik Dinas Pertanian Pemerintah Kayong Utara menjadi penyebab kejadian tersebut.

Mereka mengancam akan membakar lokasi jika pemerintah daerah tidak segera mengambil tindakan, karena akibat lokasi tersebut dua anak tewas.

Awalnya diketahui oleh anak-anak lain yang juga akan berenang di bak penampungan air, dan kemudian memberitahukan penemuan jenazah kepada seorang petani yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Kejadian ini memang sudah sejak lama diperkirakan oleh warga. Masyarakat sudah beberapa kali meminta pemerintah daerah untuk menempatkan Satpam dan memagari lokasi kolam yang berukuran 20 meter kali 20 meter tersebut. Dengan kondisi kedalaman yang lebih dari 2 meter, tentu sangat berbahaya bagi anak-anak sekitar,"terang satudiantar orangtua korban Jailani, Senin (28/11/2016).

Baca: Setelah Mati, Pawang akan Penggal Kepala Buaya Pemakan Manusia

Sementara itu, Riduansyah, Anggota DPRD KKU yang lokasi tempat tinggalnya tidak jauh dari lokasi kejadian mengatakan dengan adanya kejadian yang menelan korban sampai dua orang anak-anak, memang sangat disayangkannya.

"Terutama kalau kita lihat dari segi manfaat, mungkin perencanaan awal, kawasan tersebut dibangun sudah diperhitungkan azas manfaatnya bagi masyarakat dari dinas terkait. Namun sampai saat ini, sudah 4 tahun berdiri, memang belum mendatangkan manfaat yang positif, khususnya masyarakat sekitar yang berprofesi sebagai Petani. Malahan apa yang dibangun tersebut tidak menambah produksi petani yang lahannya berada dekat kawasan tersebut. Ketika bangunan tersebut dibangun, tanahnya dinaikkan, mengakibatkan lahan petani sekitarnya, zat asamnya menjadi tinggi. Sehingga panen pada waktu itu, boleh dikatakan gagal panen," terang Iwan yang akrab disapa.

Selain itu, dirinya juga menyayangkan tidak adanya plang larangan atau penjelasan kalau kolam tersebut adalah embung, dan bukan kolam pemandian. Dengan tidak adanya plang tentunya orang akan semaunya menggunakan kolam tersebut.

"Inikan tidak ada dipasang disitu, jadinya anak-anak dengan enaknya main disitu. Namun okelah itu sudah terjadi. Harapan kita, kedepannya kalau bisa bukan lagi menunggu sampai beberapa waktu setelah kejadian, namun harus disegerakan untuk diamankan. Dalam arti diamankan areal tersebut agar tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan dan menelan korban. Untuk keamanan dan keselamatan, sebaiknya embung itu diberi pagar," harapnya.

Selain itu, sambungnya, kalau melihat kejadian yang sampai menelan korban tersebut, tidak bisa juga disalahkan salah satu pihak. Kejadian ini sudah merupakan kehendak yang Maha Kuasa. Dan Hal ini bukan saja merupakan kesalahan dari dinas pertanian yang membangun kawasan tersebut, tapi kepada para orang tua juga harus memperhatikan dan mengawasi keseharian anak-anaknya.

Iwan berharap kedepannya, paling tidak minimal ada pengamanan terhadap anak-anak agar tidak lagi bermain dan beraktivitas dilokasi tersebut. Untuk Dinas Pertanian Kabupaten Kayong Utara, dirinya berharap agar bisa menempatkan pengawas dilokasi embung.

"Kalau yang ada sekarang ini, waktu saya mengunjungi lokasi, memang ada yang menunggukan lokasi, namun bukan merupakan pegawai resmi dari dinas terkait. Hanya sekedar menumpang, yang diberi pesan untuk sekedar melihat dan menjaga saja. Maunya masyarakat, minimal yang ditempatkan disitu bisa dijadikan tenaga honor yang dibiayai oleh Dinas Pertanian. Dan berfungsi menjaga dan mengawasi secara maksimal. Sebelum masuk ke lokasi, ada sebuah portal yang sudah dibangun, sebaiknya dimanfaatkan portal tersebut, agar akses masuk bisa mudah diawasi," tutupnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pertanian Poerwanto, menyampaikan ikut berbela sungkawa atas musibah yang dialamai oleh warga Desa Benawai Agung. Dimana ada 2 orang anak-anak yang meninggal saat berenang di embung yang Dinas Pertanian bangun tersebut.

"Dinas Pertanian juga sudah pergi melayat dan menyampaikan santunan kepada keluarga kedua belah pihak, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Inikan sebuah musibah, bangunan yang dibangun Dinas Pertanian berdiri sejak tahun 2011. Saat ini juga, Dinas Pertanian sudah melakukan pemasangan himbauan untuk tidak lagi berenang atau mandi di lokasi tersebut," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved