Tepis Stigma Negatif Kampung Beting Lewat Fotografi

Lomba foto ini luar biasa, kita melihat kawasan itu kalau tertata dengan baik dan keamanannya terjaga itu sangat indah

Penulis: Syahroni | Editor: Jamadin
ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak melihat hasil karya poto yang ditampilkan. 

Citizen Reporter
Humas Pemkot Pontianak, Jimmy Ibrahim.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Potensi yang dimiliki Kampung Beting sebagai destinasi wisata dituangkan para fotografer lewat karya foto.

Melalui Lomba Foto Pesona Kampung Beting yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pontianak, para peserta dengan daya imajinasinya mampu mencuri perhatian penikmat foto.

Sebuah foto seorang anak tengah melakukan salto terjun dari steigher yang berlokasi di depan Masjid Jami’ ke Sungai Kapuas, berhasil menjadi pemenang pertama. Karya hasil jepretan Lukman Hakim yang berjudul ‘Anak Beting’ ini memperoleh poin tertinggi setelah melalui proses penilaian juri.

Sementara itu, karya dari Meriani dengan judul foto ‘Keindahan Kampung Beting’ menjadi pemenang pertama untuk kategori Foto Aerial. Foto melalui udara dengan menggunakan drone ini merupakan gambaran keindahan Kampung Beting saat malam hari.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengapresiasi karya-karya foto para peserta Lomba Foto Pesona Kampung Beting ini. Menurutnya, foto-foto yang ikut serta dalam lomba bagus-bagus. Melalui karya foto para fotografer ini, tampilan Kampung Beting dari sisi yang sangat positif mampu mengubah imej di kawasan itu selama ini.

“Lomba foto ini luar biasa, kita melihat kawasan itu kalau tertata dengan baik dan keamanannya terjaga itu sangat indah,” ujarnya usai pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah Lomba Foto Pesona Kampung Beting di Hotel Aston, Senin (21/11) malam.

Ia berharap, foto-foto yang ikut serta dalam lomba ini sewaktu-waktu bisa dipamerkan pada kesempatan lainnya. Tujuannya, supaya masyarakat mengetahui bahwa potret Kampung Beting itu seperti yang digambarkan dalam foto-foto tersebut.

Orang nomor satu di Kota Pontianak ini optimis, bila nanti penataan di Kampung Beting sudah dilakukan secara menyeluruh, kawasan tersebut menjadi tempat yang luar biasa.

Bahkan, kata dia, pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  pernah menyatakan bahwa kalau di Brunei Darussalam ada nama kampung di atas air, itu akan jauh lebih menarik Kampung Beting bila ditata dengan baik dibandingkan kampung yang dimiliki negeri tetangga itu.

“Itulah sebabnya pemerintah pusat dalam hal ini kementerian PUPR lebih serius untuk menata Kampung Beting,” sebut Sutarmidji.

Ditambahkannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak juga serius untuk mendukung sarana dan prasarana penunjang di Kampung Beting. Misalnya, pasar bangunannya ditambah supaya nanti tidak ada lagi yang berjualan di halaman parkir.

Di sana juga ada Balai Pertemuan warga yang sangat representatif. “Sekarang juga tengah dibangun kawasan Tambelan Sampit. Dalam dua tiga tahun ke depan, wajah Kampung Beting itu akan berubah total,” imbuhnya.

Salah satu juri Lomba Foto Pesona Kampung Beting, Bearing, mengatakan jumlah karya foto yang ikut lomba ini sebanyak 105 foto.

Untuk obyektifitas penilaian, nama peserta dirahasiakan. Sebagai gantinya, dicantumkan nomor peserta. “Misalnya peserta nomor 1 mengirimkan 5 foto karyanya. Dari lima itu, kita pilih salah satu yang terbaik untuk masuk semi final,” tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved