Polres Ketapang Antisipasi Aksi Teror

Kita sudah melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi adanya atau masuknya teror di Ketapang.

Penulis: Subandi | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TRY JULIANSYAH
Pembina Vihara Kwan Im Kiung, Kim Liong saat menunjukan lokasi dilemparnya Bom Molotov yang terjadi, Senin (14/11/2016) pukul 02.30 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Terkait aksi kejahatan seperti pengeboman di rumah ibadah di beberapa daerah lain di Indonesia. Kapolres Ketapang, AKBP Sunario mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi masuknya teror di Ketapang.

“Kita sudah melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi adanya atau masuknya teror di Ketapang. Semoga di Ketapang tetap aman dan kondusif seperti selama ini,” kata Kapolres kepada awak media di Ketapang, Minggu (20/11/2016).

Di antara langkah antisipasi itu menurutnya anggota Polres bersama anggota Kodim Ketapang melaksanakan patroli penvegahan secara bersama. “Saya juga pernah mengumpulkan beberapa tokoh masyarakat, tokoh agama dan lain-lainnya,” ungkapnya.

Baca: APDKB Buka Posko Solidaritas Bagi Korban Teror Samarinda dan Singkawang, Tonton Videonya

Tokoh masyarakat diminta ikut serta mengimbau untuk pencegahan teror di Ketapang. Sebab personel Polres Ketapang hanya 752 termasuk di Polsek-polsek. Menurutnya tidak mungkin mudah mencegah terjadinya teror apabila tidak ada bantuan masyarakat.

“Pada tanggal 23 November nanti Saya, Pak Dandim dan Pak Bupati akan melaksanakan pertemuan sama tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda yang direncanakan di Pendopo Bupati Ketapang,” ungkapnya.

Menurutnya pertemuan itu juga bertujuan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak kita inginkan terjadi di Ketapang. Lantaran semua pihak harus sama-sama tetap menjaga dan mewujudkan situasi dan kondisi di Ketapang yang selama ini sudah sangat kondusif.

“Jadi masyarakat jangan hanya mendegar adu domba satu sama lain, itu tidak kita inginkan. Selama ini Ketapang sudah sangat kondusif dan baik, jangan sampai ada teror,” harapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved