Warga Sukadana Pertanyakan Lampu di Tugu Durian Tak Menyala
Menurut Arif lampu penerangan tersebut sangatlah penting untuk keindahan disekitar tugu durian.
Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Muhammad Fauzi
TRIBUNPONTIANAK.CO.IC, KAYONG UTARA – Warga Sukadana Arif pertanyakan lampu penerangan yang berada di sekitar Tugu Durian yang sudah beberapa minggu belakangan tidak kembali menyala, tepatnya paska Sail Selat Karimata lampu tersebut tidak lagi terlihat menyala.
“Itu lampu dekat tugu durian kenapa tidak menyala lagi, sayang sekali habis Sail langsung langsung tidak menyala,” terang Arif, Jumat (18/11/2016).
Menurut Arif lampu penerangan tersebut sangatlah penting untuk keindahan disekitar tugu durian, apa lagi lokasi tersebut sangat dekat dengan Masjid Oesman AL Khair, tentunya bila lampu tersebut meyala akan menambah keindahan Masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Kayong Utara.
“Sayang sekali kalau tidak menyala, itu (Lampu) sangat dekat dengan Masjid Oesman Al Khair, dulu banyak warga yang memanfaatkan berfoto dengan background Masjid,sekarang sepi kelihatannya,” tuturnya.
Sementara itu Seketaris Daerah Hilaria Yusnani menjelaskan, bahwa lampu tersebut tidak menyala karena hanya di fungsikan sementara untuk Sail Selat Karimata. Untuk pemasangan permanen menurutnya harus di ajukan permohonan kembali ke pihak PLN, dan hal tersebut membutuhkan anggaran, pihak Pemda sendiri diakui mantan Kepala Dinas Pendidikan ini sudah menganggarrkan biaya pada tahun 2017, sehingga akan kembali berfungsi pada tahun 2017 nanti.
“Waktu Sail kemarin memang hanya dipasang sementara, makanya selesai kegiatan langsung di cabut. Untuk pemasangan permanen harus menyampaikan permohonan lagi ke pihak PLN dan itu baru dianggarkan (pembiayaannya) di tahun 2017 ini. Kalau Daya sudah cukup, memang dana pemasangan permanennya baru disediakan tahun 2017 ini,”jelas Hilari Yusnani.
Hilaria juga menyayangkan banyaknya fasilitas penerangan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang di curi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Padahal menurutnya, fasilitas yang di bangun pemerintah tentunya untuk kepentingan umum, dan harus dijaga semua pihak agar memberikan manfaat bagi masyarkat umum.
“Harapan kita masyarakat sama-sama bertanggungjawab atas fasilitas umum, jangan di rusak jangan diambil, toh yang dirugikan masyarakat sendiri. Harusnya bila melihat fasilitas umum yang kurang rapi masyarakat bisa merapikan,”ungkapnya.
Kedepan melalui Dinas Perhubungan, pemerintah akan menambah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dibeberapa titik yang dianggap perlu untuk di bangun. Dirinya mengimbau agar masyarakat dapat bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk membangun Kabupaten Kayong Utara ini, sehingga kedepan Kayong Utara menjadi Kabupaten yang lebih baik.
“Itu masalahnya, kita harus bolak balik barang itu (Lampu) insya allah akan kita tambah pada kegiatan di Dishub (Dinas Perhubungan). Untuk rakyat negeri Kayong Betuah, mari kita bangun daerah ini dengan penuh tanggungjawab karena pembangunan bukan hanya tugas pemerintah tapi tugas bersama, sehingga kedepan Kayong Utara bisa mengsejajarkan diri dengan daerah lain,” harapnya.