Citizen Reporter

Minimalisir Kabut Asap, Pemkab Sekadau Gelar Rapat Evaluasi

Upaya yang dilakukan tahun ini untuk mengurangi dampak bahaya kabut asap sudah cukup maksimal.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wakil Bupati Sekadau membuka rapat evaluasi kegiatan pencegahan dan penanganan karhutlabun serta persiapan menghadapi bencana banjir, angin puting belung dan tanah longsor di aula Kantor Bupati Sekadau, pada Rabu (16/11/2016). 

Citizen Reporter
Bella
Humas Pemkab Sekadau

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU – Wakil Bupati Sekadau membuka rapat evaluasi kegiatan pencegahan dan penanganan karhutlabun serta persiapan menghadapi bencana banjir, angin puting belung dan tanah longsor di aula Kantor Bupati Sekadau, pada Rabu (16/11/2016).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar Drs. T.T.A. Nyarong, M.Si dan Forkopimda Kabupaten Sekadau.

Wakil Bupati Sekadau Aloysius, SH, M.Si dalam sambutannya mengatakan, upaya yang dilakukan tahun ini untuk mengurangi dampak bahaya kabut asap sudah cukup maksimal.

Sehingga, kata dia, dengan bahu membahu upaya tersebut mampu menekan titik hostpost yang terbaca sebanyak 182 titik. “Sehingga, tidak terjadinya sebaran kabut asap pekat diatas Bumi Lawang Kuari,” ujarnya.

Adapun, kata Wabup, upaya pencegahan dan penanganan terhadap pelaku pembakaran masyarakat Sekadau tidak ada yang berurusan hukum.

Namun, hanya sebatas peringatan dan pernyataan sikap masyarakat kepada tim untuk tidak mengulangi kegiatan pembakaran lahan secara besar-besaran yang dapat menimbulkan kabut asap.

“Masyarakat yang membuka lahan dengan cara dibakar hingga saat ini masih dilindungi Undang-Undang, yaitu adanya kearifan lokal. Setiap kepala keluarga dapat membakar lahan tidak lebih dari 2 hektar. Tapi bukan berarti masyarakat tidak bisa diimbau agar mengurangi aktivitas pembakaran lahan,” jelasnya.

Wabup mengatakan, kedepan hal itu terus ditingkatkan sehingga kekhawatiran pemerintah terhadap bencana kabut asap dapat diatasi bersama.

Untuk masyarakat, agar tim mengimbau kepada masyarakat untuk mulai beralih kepada kegiatan membuka lahan dengan cara yang ramah lingkungan.

“Ini menjadi tugas bersama, sehingga kedepan setidaknya pola membakar dapat diperkecil keluasannya dan pola kearifan lokal tetap dapat berjalan serta tidak menimbulkan bahaya bagi orang lain,” ucapnya.

Ia mengatakan, penyelenggaraan rapat evaluasi bukan hanya semata wujud selesainya kegiatan pencegahan dan penanganan Karhutlabun.

Namun, saat ini adalah memasuki musim penghujan yang setiap tahunnya selalu menimbulkan dampak yang cukup mengganggu aktivitas masyarakat di Kabupaten Sekadau.

“Besar kemungkinan banjir terjadi selain disebabkan oleh hujan yang terjadi di Sekadau melainkan juga oleh air kiriman dari perhuluan saat terjadi hujan lebat diperhuluan,” ungkapnya.

Untuk upaya pencegahan yang dilakukan, kata Wabup, terus mensosialisasikan agar tidak menebang hutan sembarangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved