Ditanya Soal Ngelem, Jawaban Anak Ini Mengejutkan

Untuk masalah ngelem itu sulit sekali, kemarin kita tanya ke anaknya, dia menjawab orangtua kami saja tidak marah, kan sulit

Penulis: Zulfikri | Editor: Jamadin
TRIBUN FILE/IST
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Raymond Karsuwadi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sambas, M Razia Arfianto mengungkapkan bahwa Pemangkat saat ini memang banyak sekali persoalan seperti sosial dan penataan kawasan.

"Untuk masalah ngelem itu sulit sekali, kemarin kita tanya ke anaknya, dia menjawab orangtua kami saja tidak marah, kan sulit. Miras di Pemangkat satu pembuatnya lah udah di proses di kepolisian, miras sekarang banyak datang dari luar Sambas," ujarnya, Kamis (17/11/2016)

Terkait penataan di Pemangkat ada tiga diantaranya Pedagan Kaki Liar (PKL), Kawasan Pantai Sinam dan Bangunan Liar, hingga kini Pol PP masih berusaha untuk menatanya karena keterbatasan, kemari Poll PP memberikan sosialisasi kepada pemilik bangunan liar terkait penataan.

Baca: Harysinto : Ngelem Ancaman Generasi Muda

"Kita masih carikan solusi yang terbaik baik buat pemda juga baik buat masyakat yang bangunan liarnya ditertibkan, apakah mendapatkan penggantian atau lainnya," kata Arfianto.

Terkait penataan kawasan Pantai Sinam, Arfianto mengatakan bahwa memang kurang representatif apabila dilihat dan terkesan kumuh, nantinya kawasan tersebut akan ditata sesuai konsep kecamatan dan dinas terkait yang akan menatanya.

"Kita berharap kegiatan mereka disitu lebih representatif sesuai konsep kecamatan melalui dinas terkait untuk penataan itu, sampailah pemerintah mempersiapkan pasar rakyat, kami akan terus berkoordinasi dengan kecamatan," ujarnya.

Pol PP diakuinya kekurangan bantuan dalam pemataan kawasan karena terdapat tiga titik dalam penataan, namun saat ini pihaknya akan menjalankannya satu per satu dimulai dari penataan bangunan liar.

"Harus bertahap satu per satu, untuk penataan juga tidak bisa langsung karena dalam penegakan perdanya, kita harus melihat azaz kemanfaatan dan kebersamaannya, kan tanpa diberikan teguran atau pemberitahuan, tau-tau kita gusur bagaimanalah sisi kemanusiaaanya," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved