Ahok Tersangka

Penjelasan Yusril Kenapa Tersangka Ahok Tetap Dapat Ikut Pilkada DKI

Menurut Yusril, para pelapor dalam kasus ini harus terus mengawasi jalannya proses penyidikan nanti.

Penjelasan Yusril Kenapa Tersangka Ahok Tetap Dapat Ikut Pilkada DKI
Repro/Kompas TV
Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menerima pengaduan warga di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Senin (14/11/2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, memberikan gambaran mengenai jalannya proses hukum terhadap tersangka kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama.

Gambaran yang diberikan turut memperhitungkan status Basuki atau Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta untuk Pilkada 2017.

"Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ahok bisa saja menggugat penetapan itu ke sidang praperadilan."

"Kalau gugatan praperadilan dikabulkan, maka status tersangka harus dicabut. "

"Sebaliknya jika gugatan praperadilan ditolak, maka status tersangka Ahok tetap dan penyidikan perkara dilanjutkan sampai ke pengadilan," kata Yusril melalui keterangan tertulis, Rabu (16/11/2016).

Baca: Ini Kata Iwan Fals Soal Ahok Jadi Tersangka

Yusril menuturkan, terkait dengan Pilkada DKI Jakarta 2017, status Ahok selaku calon gubernur tidak terpengaruh proses hukum dalam kasus dugaan penistaan agama.

Ahok disebut Yusril tetap dapat meneruskan pencalonannya karena status tersangkanya sebagai sebuah delik umum, bukan delik khusus yang diatur dalam Undang-Undang Pilkada.

"Ahok tidak bisa lanjut pilkada jika dia melanggar pidana dalam Undang-Undang Pilkada."

"Ketentuan seperti ini tidak hanya berlaku bagi Ahok, tetapi bagi siapa saja yang jadi calon dalam Pilkada. Keadilan harus ditegakkan bagi siapa pun," tutur Yusril.

Menurut Yusril, para pelapor dalam kasus ini harus terus mengawasi jalannya proses penyidikan nanti.

Halaman
12
Editor: Marlen Sitinjak
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved