Indonesia Hadapi Masalah Kesehatan "Triple Burden"
Pada dasarnya pencegahan penyakit menular maupun tidak menular sangat tergantung pada perilaku individu.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Memperingati Hari Kesehatan Nasional, Pemerintah Kota Singkawang menggelar upacara di Halaman Kantor Wali Kota Singkawang, Sabtu (12/11/2016).
Baca: Peringati Hari Kesehatan Nasional, Diskes Pontianak Gelar Banyak Kegiatan
Dimana pada HKN ke-52 ini memiliki tema Indonesia Cinta Sehat dengan sub tema Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Singkawang, Awang Ishak berpidato dengan menyampaikan amanat Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moelok.
Dimana dalam pidato tersebut tantangan kesehatan di Indonesia di antaranya dalam menghadapi masalah kesehatan Triple Burden.
"Triple Burden ialah masih tingginya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular dan muncul kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi. Menurut global Burden of disease 2010 dan healt sector reviev 2014, kematian yang disebabkan penyakit tidak menular yaitu stroke menduduki peringkat pertama," ujar Awang, Sabtu (12/11/2016).
Menurutnya untuk mengatasi hal tersebut harus dilakukan pendekatan promotif dan preventif yang sangat efektif. Karena masalah kesehatan ini akan menjadi ancaman bagi produktifitas bangsa.
"Pada dasarnya pencegahan penyakit menular maupun tidak menular sangat tergantung pada perilaku individu. Tentu itu juga harus didukung kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan kesehatan dan menciptakan sumber daya kesehatan yang berkualitas," ungkapnya.
Sementara itu jika hanya mengandalkan Jaminan Kesehatan Nasional dikhawatirkan biayanya bisa menjadi beban.
"JKN yang masih didominasi pada pembiayaan kesehatan di tingkat lanjutan dengan menghabiskan anggaran 74 persen tentu menjadi beban keuangan BPJS kesehatan," tuturnya.
Karena itu beberapa langkah solusi perlu dikembangkan untuk mengatasi hal tersebut.
"Pertama pelayanan kesehatan harus sebagian besar diselesaikan di pelayanan kesehatan primer, kemudian mereka angka rujukan pelayanan kesehatan, menambah kapasitas SDM Kesehatan. Tidak kalah penting membuat teknologi informasi yang dapat mendiagnosa di layanan primer, meningkatkan SDM, sarana dan prasarana penunjang, terkahir memberikan intensif yang cukup dan berkeadilan," tuturnya.
Langkah lainnya dengan melakukan program Indonesia sehat Dengan pendekatan keluarga. Dimana 12 indikator menjadi penanda status kesehatan sebuah keluarga.
"Program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga ini dilaksanakan secara bertahap dengan target 2019 seluruh Puskesmas telah melaksanakannya. Tanggal 15 November nanti presiden juga akan meluncurkan gerakan hidup sehat (Germas)," tandasnya.
Tujuan Germas ini menurutnya agar masyarakat berprilaku sehat sehingga dihadapkan berdampak pada kesehatan yang terjaga.
"Germas merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berprilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/hari-kesehatan-nasional_20161113_155039.jpg)