DRPD Sambas Beberkan Dampak Negatif PETI
Peti ini menimbulkan dampak negatif, penyakit kulit, pengrusakan ekosistem, longsor, banyak sekali, seprti di bengkayang yang banyak meninggal.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana sangat mengaresiasi pihak kepolisian yang berupaya memberantas aktifitas PETI di Kabupaten Sambas.
Karena dampak yang ditimbulkan oleh aktifitas tersebut sangatlah banyak dan negatif.
"Peti ini menimbulkan dampak negatif, penyakit kulit, pengrusakan ekosistem, longsor, banyak sekali, seprti di bengkayang yang banyak meninggal. Kami Apresiasi sekali kepolisian yang mencegah meluasnya PETI di Sambas," katanya.
Diakui olehnya dibeberapa tempat masih sering terjadinya aktifitas PETI dan ini menurutnya perlu untuk segera diselesaikan.
"Kecamatan Sebawi kemudian di Subah juga banyak lubang-lubang yang ditinggalkan bekas galian peti. Inikan merusak ekositem belum lagi airnya yang mengalir dari hulu dan kami yang dihilir ini yang merasakan dampaknya," ujarnya.
Menurutnya pemberantasan saja belum cukup untuk menghilangkan aktifitas PETI di Kabupaten Sambas. Perlu adanya edukasi kepada masyarakat mengenai hal tersebut.
"Kalau cuma di razia kemudian ditinggalkan nanti muncul lagi, itulah yang selama ini terjadi. Disini pentingnya pemerintah daerah untuk masuk hingga ke desa-desa untuk memberikan informasi penyuluhan mengenai dampak negatif PETI tersebut tentunya diberikan juga alternatif lapangan pekerjaan selain menambang," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/musnahkan-peti_20161107_191306.jpg)