Pemkot Siapkan Pontianak Command Center

Operator akan mengirimkan sinyal secara cepat ke pihak kepolisian sehingga begitu ada kasus kejahatan, polisi bisa bertindak cepat

Penulis: Rizky Zulham | Editor: Jamadin
Ilustrasi
Command Center 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Zulham

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tengah menyiapkan ruang pusat kendali yang dinamai Pontianak Command Center (PCC). Ruang yang terletak tepat bersebelahan dengan ruang kerja Wali Kota Pontianak ini akan dilengkapi dengan berbagai perangkat IT yang terintegrasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemkot Pontianak. Serta terkoneksi dengan seluruh aplikasi layanan bagi masyarakat yang sudah disiapkan.

"Melalui ruang PCC inilah Pemkot bisa melihat dan memantau seluruh Kota Pontianak dan sekitarnya serta menyelesaikan permasalahan kota," ujar Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Y Trisna Ibrahim, belum lama ini.

Didalam PCC ini akan terpusat sistem beserta perangkat yang akan dimasukkan untuk mendukung pelayanan bagi masyarakat. Selain itu, fungsi Command Center ini juga sebagai pusat integrasi data.

Selama ini, sistem aplikasi yang dibangun OPD masih bersifat sektoral atau berjalan masing-masing. Namun dengan keberadaan Command Center ini nantinya semua data dari berbagai OPD akan terintegrasi. "Misalnya BKD perlu NIK pegawai, tinggal mengambil data dari Dukcapil," jelas mantan Camat Pontianak Timur ini.

Tak kalah pentingnya, melalui Command Center ini juga dapat memantau kondisi yang rawan dari tindak kejahatan atau kriminal di Kota Pontianak. Pihaknya akan melakukan integrasi dengan CCTV kepolisian. Masih dalam aplikasi, akan disediakan panic button atau tombol panik, yakni tombol yang digunakan saat warga mengalami situasi darurat misalnya menjadi korban tindak kejahatan perampokan atau lainnya.

"Operator akan mengirimkan sinyal secara cepat ke pihak kepolisian sehingga begitu ada kasus kejahatan, polisi bisa bertindak cepat," imbuhnya.

PCC ini akan beroperasi 24 jam dengan operator yang bertugas terbagi dua shift. SDM-nya berasal dari aparatur Pemkot yang berlatar pendidikan IT serta dari kalangan profesional dari luar, misalnya dari komunitas penggiat IT dan sebagainya.

Didalam ruangan ini juga akan mengembangkan sebuah aplikasi yang dinamai e-lawar (laporan warga). Melalui aplikasi yang berbasis android dan iOS ini, warga bisa melaporkan hal-hal berkaitan dengan permasalahan kota.

Adapun mekanismenya, warga terlebih dahulu mendaftarkan diri melalui aplikasi itu dengan menggunakan email dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Setelah mendaftar, warga bisa menggunakan aplikasi tersebut dengan memilih tombol sesuai dengan permasalahan yang akan dilaporkan.

Misalnya seorang warga ingin melaporkan adanya sampah di satu lokasi, cukup menekan tombol `sampah', kemudian mengirimkan foto di mana sampah itu ada serta memberikan deskripsi. Dalam hitungan detik, laporan itu akan masuk ke dashboard yang ada di ruang PCC dan diterima oleh operator admin. Operator admin yang menerima laporan tersebut, meneruskan laporan warga ke OPD terkait dalam hal ini Dinas Kebersihan. Oleh operator di OPD Dinas kebersihan akan mengirim petugas ke lapangan.

"Standar Operasional Prosedur (SOP) harusnya dalam hitungan menit harus sudah ditangani petugas terkait. Petugas selesai mengerjakan tugasnya, kemudian difoto situasi terbaru dan mengirimnya ke dashboard dan dari dashboard akan mengirim ke warga bahwa laporannya sudah ditangani," papar Trisna.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan, keberadaan PCC ini merupakan wujud dari transparansi dalam tata kelola pemerintahan. Termasuk mengajak masyarakat ikut berperan serta dalam mengawasi kegiatan pembangunan di Pontianak. "Sehingga bisa cepat merespon apapun yang ditemukan masyarakat di lapangan terkait kegiatan pembangunan itu," tuturnya.

Ruang yang terletak di lantai II Kantor Wali Kota itu pula akan menjadi pusat data satu pintu. Data-data tentang Kota Pontianak akan disiapkan di ruangan tersebut. Dengan data-data melalui satu pintu itu, ia memastikan tidak ada duplikasi data selain yang dikeluarkan oleh PCC. "Sehingga data-data itu melalui satu pintu dan tidak ada duplikasi data. Jangan sampai orang minta data tentang pendidikan di Bappeda, Diknas dan lainnya. Nanti hanya ada satu keluaran data yakni melalui Pontianak Command Center," tuturnya.

Ia menargetkan tahun ini PCC sudah bisa dioperasikan. Ruangan tersebut hanya tinggal melengkapi peralatan-peralatan termasuk layar monitor. Untuk aplikasi sudah disiapkan dan akan diintegrasikan. "Tidak terlalu banyak lagi yang harus dipersiapkan, tetapi kita harus perluas lagi ruangannya karena harus ada ruang untuk server yang cukup besar dan ruang monitor," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved