Viral Di Sosial Media, Seekor Paus Terdampar Di Padang Tikar
Foto-foto itu diupload oleh pemilik akun Facebook bernama Ridwan Ranchhodas Chandchad.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Jagat media sosial (Medsos), dihebohkan dengan beredarnya foto-foto ikan paus yang terdampar, Jumat (21/10/2016).
Foto-foto itu diupload oleh pemilik akun Facebook bernama Ridwan Ranchhodas Chandchad. Iapun menulis sebuah pesan pada foto-foto tersebut.
"Seekor paus ditemukan mati hari ini jum'at 21/10/2016 oleh nelayan Parit Timur, Dusun Kota Laya, Desa Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya, Kalbar.

Paus terdampar. Facebook/Ridwan Ranchhodas Chanchad
Ketika dikonfirmasi melalui messenger-nya, ia membenarkan perihal foto-foto paus terdampar tersebut.
"Sekarang saya di Pontianak, foto itu kiriman keluarga dari kampung tadi," jelasnya.
Iapun menjelaskan bahwa kejadian itu. "Lokasinya Laut Parit Timur Kota Laya Desa Padang Tikar Satu Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya," jelasnya. (har)
Nelayan Tarik Paus ke Darat
Seekor paus sekitar 6 meter mati terdampar di Laut Timur Kota Laya Desa Padang Tikar Satu, Jumat (21/10) sekitar pukul 07.30 WIB. Terdamparnya satwa dilindungi, ke tepian laut ini sontak menjadi perhatian warga sekitar dan nelayan. Saat sejumlah nelayan mendekati tubuh paus, diketahui paus sudah mati.

Paus terdampar. Facebook/Ridwan Ranchhodas Chanchad
Paus berwarna hitam panjang sekitar 6 meter dengan bobot 1,5 ton. Seluruh tubuhnya berwarna hitam hanya dekat siripnya berwarna putih.
Nelayan langsung berindak cepat, bekerjasama menarik tubuh besar hewan mamalia yang jumlahnya sudah semakin langka.
Kapospol Padang Tikar, Aiptu Edi Sapto mengatakan masyarakat nelayan bahu membahu menarik tubuh ikan paus ke laut. Tujaun awalnya hanya ingin menyelamtakan ikan paus. Sebab mereka sadar bahwa paus merupakan hewan yang dilindungi. Sehingga tidak ada satupun nelayan yang berniat untuk mengambil dagingnya.
"Cuma memang tadi itu suasana ramai sekali. Saat ada informasi paus terdampar. Kita langsung turun kelapangan. Menemukan nelayan sudah gotong royong menarik tubuh paus ke tengah laut menggunakan perahu," ujarnya.
Ia menerangkan tubuh paus saat terdampar ketepian sudah mulai mengeluarkan baunya. Makanya masyarakat nelayan langsung menariknya ke laut. Dengan cara diikat menggunakan tali tambang, sehingga sempat dibawa kepinggir terlebih dahulu.
"Kejadian paus terdampar ini merupakan kejadian langka. Makanya masyarakat banyak sekali yang datang untuk melihat. Bahkan dari mereka selfi mengabadikan moment langka," ucapnya.
Seorang warga, Niri melalui telpon seluler mengatakan banyak datang untuk melihat. Karena ini memang kejadian langka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/paus-2_20161021_164937.jpg)