Ikan Keramba Banyak Mati, Ini Faktor-faktor Penyebabnya
Biasanya masalah kematian ikan nila secara massal ditingkat benih kendati baru satu bulan pemeliharaan yang menjadi problem utama
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Praktisi Perikanan Budidaya, Heriyanto mengungkapkan upaya untuk mengembalikan pengembangan budidaya perikanan keramba di Mempawah yakni dengan perbaikan pola pemeliharaan dimana yakni dikembalikan lagi budidaya yang baik dan benar.
Baca: Air Sungai Asin, Ikan Keramba Mudah Mati
"Biasanya masalah kematian ikan nila secara massal ditingkat benih kendati baru satu bulan pemeliharaan yang menjadi problem utama,"ujarnya, Kamis (20/10/2016).
Lantas kemudian kesalahan ini berawal dari kesalahan pemilihan bibit unggulan dari unit pembibitan rakyat (UPR) yang mengunakan induk unggulan.
Tak hanya itu, untuk sistem pemeliharaan dalam fase-fase pemeliharaan baik penggantian jaring dan segala macamnya.
"Juga bisa berpengaruh dari pola pemberian asupan makanan juga dari lainnya, pakan secara fermentasi juga diberikan dengan harapan hasil yang diperoleh juga optimal,"tukasnya.
Lantaran perlakuan ini sudah diujicoba diberbagai tempat sehingga dapat menekan kematian dan menekan biaya operasional.
Hal inilah yang dilupakan yakni standar bagi pengembangbiakan ikan keramba.
"Karena kadang ada hal dianggap baik, namun ternyata keliru, maka ini yang akan kita kembalikan lagi,"ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/heriyanto_20161020_195122.jpg)