Profile

Hanya Tamatan SD, Inilah Kisah Tokoh Masyarakat di Ketapang yang Berjuang untuk Warganya

Ia pun sangat menjaga kepercayaan itu dan berusaha menjalankan kewajibannya semaksimal mungkin.

Hanya Tamatan SD, Inilah Kisah Tokoh Masyarakat di Ketapang yang Berjuang untuk Warganya
TRIBUNPONTIANAK/SUBANDI
Biro Dewan Ketahanan Budaya dan Penegak Hukum Adat Dayak Kecamatan Manis Mata, Jajir 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi 

TIRBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Meski hanya tamatan Sekolah Dasar (SD) warga Dusun Sungai Buluh Kiri Desa Sungai Buluh Kecamatan Manis Mata ini merupakan satu di antara tokoh masyarakat di daerahnya.

Sebab itu ia juga dipercaya menjalankan sebuah organisasi adat Dayak di wilayahnya.

Ia pun sangat menjaga kepercayaan itu dan berusaha menjalankan kewajibannya semaksimal mungkin. Di antaranya membantu menyelesaikan persoalan di masyarakat.

Sebab itu ia juga sering pergi pulang Manis Mata-Kota Ketapang demi membantu masyarakat.

“Sejak 2013 saya sering bolak balik Manis Mata-Ketapang. Tujuan saya membantu masyarakat. Misalnya jika ada persoalan antara masyarakat sama perusahaan. Karena itu tanggungjawab saya,” kata pria kelahiran 4 Juni 1974 silam ini.

Ia mengaku rela mengorbankan uang pribadi demi membantu masyarakatnya.

Ia pergi menggunakan motor pribadi dan menghabiskan biaya sekitar 500 ribu termasuk makan minum.

Sedangkan untuk penginapan ia menumpang di rumah keluarganya.

 “Saya pergi pulang Manis Mata-Ketapang menggunakan biaya sendiri. Sejak dahulu tak ada bantuan dari dinas terkait maupun perusahaan. Jadi saya berharap Pemerintah memperhatikan kita yang ditugaskan begini,” ucapnya.

Ia menambahkan namun pergi pulang tergantung tergantung musim kemarau atau penghujan. Jika kemarau mungkin lebih sering bahkan satu bulan bisa beberapa kali tergantu keperluan.

Lantaran kondisi jalan kering dan lebih mudah dilalui. Namun rata-rata ia pergi hanya satu kali dalam satu bulan. 

“Manis Mata-Ketapang jaraknya 349 kilo meter. Waktu tempuh jika jalan kering atau kondisi normal sekitar delapan jam. Namun jika saat musim hujan waktu tempuh bisa mencapai 10 jam bahkan lebih,” ungkapnya.

Penulis: Subandi
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved