Harysinto : Ngelem Ancaman Generasi Muda
Makanya, pihak Diskes mengadakan penyuluhan-penyuluhan ke sekolah bekerjasama dengan instansi lainnya
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Sintang, dr Harysinto Linoh mengatakan fenomena menghirup lem atau ngelem menjadi ancaman bagi generasi muda. Sebab, ngelem berdampak buruk bagi kesehatan.
“Ngelem itu sebenarnya penyalahgunaan. Berdasarkan temuan di lapangan biasanya para remaja itu pakai lem Aika Aibon. Di dalam lem itu mengandung zat-zat berbahaya,” ungkapnya, Rabu (12/10/2016).
Apabila lem dihirup melalui hidung secara berlebihan akan mengakibatkan perasaan halusinasi dan teler. Jangka waktu panjang, ngelem dapat merusak syaraf penciuman. Lambat laun menyebabkan kerusakan pada syaraf otak.
“Hal-hal seperti inilah yang harus dihindari. Beberapa waktu lalu dari pihak Dinas Sosial bekerjasama dengan Kepolisian merazia remaja ngelem. Kami yang melakukan pemeriksaan terkait psikologi, HIV/AIDS dan narkoba, lalu membina bersama-sama Dinsos,” jelasnya.
Rata-rata remaja terlibat mengakui kebiasaan ngelem berawal dari ajakan yang mengatakan ngelem itu enak. Remaja tidak menyadari efek ngelem sangat negatif.
“Seperti kita tahu teknologi makin maju. Anak-anak Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) mudah sekali membuka internet. Di situ segala macam informasi ada baik buruk dan jelek,” terangnya.
Sinto mengharapkan harus ada pengawasan orangtua dan memberi bekal pengetahuan dalam memilah baik buruknya informasi.
“Makanya, pihak Diskes mengadakan penyuluhan-penyuluhan ke sekolah bekerjasama dengan instansi lainnya,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ngelem_20160912_165932.jpg)