sail
Wisatawan Australia Masih Minati Batu Kecubung Ketapang
Bahkan ada harganya Rp 1 juta, laku 10 biji batu, dapat duitnya sudah Rp 10 juta. Pada hal barangnya sama
Penulis: Subandi | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Warga Desa Sukabangun Kecamatan Delta Pawan, Sam (35) berjualan batu kecubung selama kegiatan Wonderful Sail 2 Indonesia 2016 sejak, Rabu (5/10/2016) hingga Minggu (9/10/2016) di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Sukabangun Dalam Kecamatan Delta Pawan mengaku penjualan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
Saat kegiatan Wonderful Sail Indonesia 2015 lalu di lokasi yang sama ia juga berjualan batu Kecubung. Menurutnya khusus pada peminat batu Kecubung saat kegiatan Wonderful Sail Indonesia 2016 ini jauh berkurang dibanding saat kegiatan 2015 lalu.
"Pada tahun ini sepi, hanya ada beberapa orang asing saja yang beli. Di antaranya orang asing dari Australi beli sekitar lima butir, Amerika beli dua," katanya saat dijumpai awak media di lokasi Wonderful Sail 2 Indonesia 2016, Minggu (9/10/2016).
Menurutnya kebakyakan orang-orang asing tersebut hanya bertanya-tanya tapi tak membeli. Pada hal pada 2016 ini ia menjual batu kecubung dengan harga standar rata-rata berkisar Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu.
"Pada batu kecubung yang saya jual sekarang hanya dengan harga standar saja Rp 130 ribu. Tapi oleh orang asing sekarang dengan harga segitu masih ditawarnya," ungkapnya.
Sedangkan saat berjualan pada 2015 lalu ia mengaku mendapatkan hasil lumayan. Bahkan
orang-orang asing tersebut juga bayak beli langsung di rumahnya. Orang-orang asing dahulu juga senang melihat proses pembuatan batu kecubung di rumahnya.
"2015 dahulu saya jual harganya lebih mahal satu biji Rp 350 ribu. Bahkan ada harganya Rp 1 juta, laku 10 biji batu, dapat duitnya sudah Rp 10 juta. Pada hal barangnya sama. Mungkin dahulu sedang boming sekarang batu kecubung ini sudah redup," ucapnya.