Memanas, Massa Pukat Trawl Sempat Adu Jotos dengan Nelayan Tradisional
Bagaimana saudara kita selamat kalau kita hanya ribut, maka kita carilah berusaha bersama-sama,
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kedatangan massa nelayan trawl dari sejumlah desa di Kecamatan Sungai Pinyuh baik dari Kelurahan Sungai Pinyuh, Sungai Bakau Besar Laut dan Sungai Bakau Kecil di Pelabuhan Kuala Mempawah sempat sembuat situasi memanas.
Teriakan ketidakpuasan massa nelayan trawl lantaran hilangnya satu diantara kerabat juga anggota keluarga mereka ini menyisakan kepedihan mendalam disebabkan Suryadi yang hilang diduga terjun ke laut saat peristiwa penangkapan dua kapal trawl oleh sejumlah nelayan tradisional kuala ini hingga saat ini masih jua belum ditemukan.
Sempat terjadi adu jotos antara satu diantara oknum nelayan tradisional penangkap nelayan trawl dengan keluarga dari nelayan trawl korban penangkapan. Namun aksi tersebut tidak berlanjut lantaran berhasil dilerai oleh aparat kepolisian dan TNI termasuk dari Danposal, Letda Asep Supiatna.
Bahkan Kapolres Mempawah AKBP Dedi Agustono S.Ik dan Dandim 1201/Mph Letkol Inf Win Nindar turun langsung mengamankan massa yang mulai membludak di pelabuhan Kuala Mempawah.
Kapolres dan Dandim rela berteriak-teriak ditengah kerumunan massa. Ia meminta kepada massa nelayan pukat trawl ini dapat meredam amarah agar tidak berbuat anarkis.
"Bagaimana saudara kita selamat kalau kita hanya ribut, maka kita carilah berusaha bersama-sama," ujarnya yang kembali disambut teriakan warga ini.
Menanggapi aspirasi masyarakat nelayan pukat trawl yang meminta proses hukum kepada oknum nelayan tradisional yang melakukan penangkapan kepada nelayan trawl hingga satu di antaranya hilang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/massa-trawl_20161004_193103.jpg)