Sail Selat Karimata 2016
Persiapan Sail Selat Karimata Capai 70 Persen
Apalagi ini dikunjungi orang luar, orang datang pasti berbelanja, sehingga produk-produk lokal khas daerah di Kalbar diharapkan bisa ditampilkan.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis optimis perhelatan Sail Selat Karimata 2016 sukses, karena persiapan panitia sudah mencapai 70 persen pada H-15.
Hal tersebut disampaikannya di sela-sela peninjauan infrastruktur dan area pelaksanaan event internasional itu bersama Bupati Kayong Utara Hildi Hamid dan Dinas PU Provisi serta Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Provinsi Kalbar, Kamis (29//2016).
"Hampir rampung, satu minggu lagi selesai. Masyarakat harus dukung, supaya kebersihan juga dijaga, keamanan dan kenyamanan pengunjung dijaga ," ujar Cornelis melalui press release yang disampaikan kepada Tribunpontianak.co.id.
Mengingat even tersebut berskala dunia, Cornelis meminta dukungan masyarakat Kabupaten Kayong Utara agar menjaga kebersihan dan keamanan serta kenyamanan pengunjung.
Apalagi ini dikunjungi orang luar, orang datang pasti berbelanja, sehingga produk-produk lokal khas daerah di Kalbar diharapkan bisa ditampilkan.
Terkait persiapan, orang nomor satu itu menjelaskan bahwa puncak Sail Karimata akan dilaksanakan di Pantai Pulau Datok Sukadana, untuk tenda sudah berdiri, demikian juga dengan rumah transit Presiden RI, sudah 80 persen dikerjakan.
Infrastruktur seperti jalan di kota Sukadana juga sudah hampir selesai dikerjakan, demikian juga tata kotanya.
Wujud dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap pelaksanaan Festival Sail Selat Karimata (SSK), dengan dialokasikan anggaran sekitar Rp 80 miliar APBD provinsi Kalbar.
Menurut Gubernur Kalbar Cornelis, walaupun kondisi keuangan Kalimantan Barat tidak stabil namun ini kerja nyata Pemerintah daerah mendukung event berskala internasional tersebut. Anggaran itu pun dari APBD Kalimantan Barat.
Terkesan Tanjung Satai
Pada kesempatan peninjauan tersebut, Gubernur Cornelis bersama Bupati KKU dan rombongan, menyeberang ke Tanjung Satai Kecamatan Pulau Maya.
Jarak tempuh hanya kurang lebih dua jam dari Sukadana, kendaraan juga menggunakan motor klotok, "Dulu kami satu hari satu malam menggunakan kapal layar, sekarang semakin dekat, karena sudah semakin maju," ujar Mantan Bupati Landak yang pernah tinggal di Sukadana itu.
Cornelis juga menuturkan ketika zamannya dahulu, Tanjung Satai adalah sentra penghasil ikan Gembong dan Sotong, namun yang berkesan menurutnya air bersih yang harus didapatkan dari gunung, menunggu tetesan di bawah batu, pernah juga antre untuk mencari air.
"Asyiklah pokoknya. Syukurilah yang sudah ada ini mudah-mudahan di tahun-tahun yang akan datang lebih baik lagi," ungkap Cornelis.