Ini Berita Kalbar Yang Terbit Kamis
"Korban dianiaya karena cemburu dengan istrinya tersebut. Kemudian terjadi perselisihan," kata Donny Charles Go kepada Tribun, Rabu (28/9/2016).
Suami Bunuh Diri Usai Bacok Istri
SANGGAU, TRIBUN - Peristiwa tragis terjadi di Semuntai, Kecamatan Mukok, Sanggau, Selasa (27/9/2016) pukul 18.30 WIB. Suami istri, Cudo (45) dan Baren (47) tewas.
Baren tewas meminum racun rumput usai menghabisi nyawa istrinya, Cudo.
Kapolres Sanggau, AKBP Donny Charles Go, mengungkapkan peristiwa memilukan ini terjadi di Kampung Serai, RT05/RW02, Dusun Semuntai, Desa Semuntai, Mukok.
"Korban dianiaya karena cemburu dengan istrinya tersebut. Kemudian terjadi perselisihan," kata Donny Charles Go kepada Tribun, Rabu (28/9/2016).
Kapolres menjelaskan, peristiwa ini bermula saat Cudo dan Baren berada di pondok mereka di ladang. Dipicu cemburu, terjadilah pertengkaran.
"Kemudian pelaku membacok korban dengan parang di bagian leher sebelah kanan, di bawah telinga. Luka panjang kurang lebih 23 centi meter, " ujar Donny Charles. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Rabu (28/9/2016).(*) --
Kalbar Tambah Dua Medali Emas Lagi
BANDUNG, TRIBUN -Kalbar kembali meraih dua emas di ajang PON Jabar, Rabu (28/9). Masing-masing dipersembahkan di cabang Tarung Derajat dan Anggar.
Di Tarung Derajat, emas diraih Novianyanti, yang turun di Kelas Tarung, 50-54 kilogram.
Sementara di cabang Anggar, emas diukir Tim Beregu Degen Putra Kalbar, Fajar Fuji Raharjo, Nudaya Kadafie, M Iqbal Fahlevy, dan Octavianus Harry.
Novianyanti menyudahi perlawanan atlet Tarung Derajat asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Novi Jayanti dengan skor 3-0, (9-10, 9-15, dan 7-10).
Final keduanya digelar di GOR Pajajaran Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/9).
Ditemui usai laga, Novianyanti mengaku tidak percaya telah mengalahkan lawannya asal NTB.
Rasa haru terpancar jelas dari wajah atlet putri andalan Kalbar ini. Bahkan, ia tak sanggup menahan air matanya, sesaat setelah mengakhiri perlawanan Novo Jayanti dengan gemilang.
"Saya terharu dan sangat tidak percaya. Inilah hasil perjuangan dan pemberian dari Allah SWT," kata Novianyanti kepada Tribun. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Rabu (28/9/2016).(*) --
Poliplant Sejahtera Raih Sertifikasi RSPO
PONTIANAK, TRIBUN - Perkebunan kelapa sawit PT Poliplant Sejahtera (PSA) milik Cargill di Kalimantan Barat meraih sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), belum lama ini.
Ini merupakan sertifikat RSPO pertama untuk pabrik dan estate di Poliplant Group.
Sertifikasi ini meliputi Pabrik Siriham milik PSA dan 4.005 hektare lahan inti.
Selain itu, 7.500 hektar lahan petani plasma, yang dikelola oleh tujuh koperasi yang merupakan bagian dari Program PIR-Trans, siap untuk meraih sertifikasi yang sama di tahun 2017.
Setelah meraih sertifikasi RSPO, Cargill dapat membeli tandan buah segar yang diproduksi secara berkelanjutan dan bersertifikat RSPO dari para petani plasma tersebut.
John Hartmann, Chief Executive Officer, Cargill Tropical Palm Holdings Pte Ltd, mengatakan kesejahteraan masyarakat, karyawan dan lingkungan merupakan hal paling penting bagi Cargill. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Rabu (28/9/2016).(*) --
Menkes Apresiasi Gubernur Kalbar
PONTIANAK, TRIBUN - Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, mengatakan harus ada kerjasama yang kuat untuk mengatasi virus rabies.
Dia menilai Gubernur Kalbar, Cornelis, mempunyai komitmen tinggi terhadap pemberantasan rabies, untuk menuju Indonesia bebas rabies pada tahun 2020 nanti.
"Gubernur Kalbar selalu berkoordinasi dengan kami (Kemenkes) mengenai adanya manusia yang digigit. Dan kami juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, untuk memberi vaksin pada hewannya," ujar Nila, pada acara peringatan Hari Rabies Sedunia yang dipusatkan di Kalbar, di Hotel Mercure Pontianak, Rabu (28/9/2016).
Menkes sangat mengapresiasi gubernur Kalbar, terlebih adanya proram dokter cilik yang ditugaskan kepada sekolah-sekolah, dan imbauan langsung dari gubernur untuk berhati-hati terhadap anjing.
Dikatakannya juga, ditetapkannya status KLB di Kalbar karena dulunya di Kalbar bebas rabies.
Menkes menuturkan rencana akan menminta PT Kimia Farma, untuk memproduksi vaksin rabies lagi.
Mengingat beberapa waktu lalu, Kimia Farma sempat menjadi penghasil vaksin terbesar nomor empat di dunia. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Rabu (28/9/2016).(*) --
Satpol PP Hanya Tegur Pemain Layangan
PONTIANAK, TRIBUN -Anggota Satpol PP Kota Pontianak diperkuat personel TNI dan Polri menggelar razia pemain layangan di kawasan Pontianak Utara, Selasa (27/9/2016) sore.
Kepala Satpol PP Kota Pontianak Syf Adriana menyebutkan, ada 30 personel gabungan yang diturunkan untuk merazia sejumlah titik yang digunakan pemain layangan.
"Saat ini kita hanya merazia layangan saja, tapi jika sudah berulang kali maka para pemain layangan tersebut akan kita angkut juga untuk diberi tindakan pidana ringan (Tipiring)," ujar Kepala Satpol PP Pontianak.
Sedangkan untuk tahun ini, diakuinya belum ada yang diangkut ke Kantor Pol PP untuk diberi Tipiring.
Namun pada tahun lalu sekitar 15 orang telah diberikan Tipiring karena bermain layangan.
Syf Adriana memastikan akan memberikan sanksi Tipiring pada pemain layangan yang melawan saat razia.
"Jika mereka menyerahkan dengan baik-baik, maka tidak akan kami angkut tapi kami data serta berikan teguran dan pembinanan terlebih dahulu," ungkapnya. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Rabu (28/9/2016).(*) --