Anggota DPRD: Budaya Nongkrong Tidak Baik Bagi Pergaulan Remaja
Pergaulan perempuan dan laki-laki satu meja itukan sudah terlihat tidak baik
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Kota Pontianak, Bebi Nailufa menyoroti budaya menongkrong anak remaja yang notabennya masih sebagai pelajar di Kota Pontianak.
Menurut legislator dari Golkar ini menyebutkan budaya nongkrong yang menjadi tren di Kota Pontianak saat ini dinilainya sudah sangat tidak baik bagi pergaulan remaja.
"Ok lah budaya ngopi dan nongkrong menjadi tren warga Pontianak, namun itu mengganggu remaja kita. Saya melihat sisi positifnya sudah tidak ada. Pergaulan perempuan dan laki-laki satu meja itukan sudah terlihat tidak baik," ungkapnya.
Disampaikannya juga jika jam malam perempuan dan laki-laki tidaklah sama, kecuali ada aktivitas bisnis yang dijalaninya.
"Jam malam perempuan dan laki-laki kan berbeda, kecuali ada aktivitas bisnis Tapi inikan mereka masih remaja dan sekolah," tutur anggota perwakilan rakyat tersebut.
Dia mengharapkan para remaja yang masih sekolah tersebut untuk berkumpul bersama teman-temannya untuk mengerjakan pekerjaan kelompok yang diberikan oleh gurunya disekolah.
Karena dengan itu anak-anak remaja lebih bisa dipantau, dan melakukan kegiatan belajar untuk kerja kelompok, karena hal itu juga menurutnya mengajarkan arti gotong rotong.
"Sebaiknya mereka diberikan PR untuk kerja kelompol, karena itu juga mengajarkan gotong royong dan mereka bisa mencari jawabannya bersama-sama," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/nongkrong-di-warkop_20160502_115137.jpg)