Personel Terbatas, Lapas Sintang Tiadakan Jam Besuk Napi
Kami harap semua keluarga warga binaan mengerti. Ini untuk mengantisipasi hal-hal lain yang tidak diinginkan
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Arief
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Pasca kejadian kaburnya tiga orang tahanan, Kepala Pengamanan Lapas Kelas II B Sintang Ferry mengatakan guna mengurangi risiko, pihaknya tidak menerima jam besuk warga binaan Lapas sejak 19 September 2016.
“Itu sejak 19 September sampai batas yang tidak ditentukan. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan bisa segera dicabut agar keluarga warga binaan bisa mengunjungi,” ungkapnya kepada tribunpontianak.co.id di Lapas Kelas II B Sintang, Rabu (21/9/2016) siang.
Kendati jam besuk ditiadakan, namun untuk barang kiriman atau titipan keluarga warga binaan berupa makanan dan minuman masih diterima oleh pihak Lapas.
“Kami harap semua keluarga warga binaan mengerti. Ini untuk mengantisipasi hal-hal lain yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Saat ini diakui keterbatasan jumlah petugas menjadi kendala pihak Lapas. Khusus personel jaga, Lapas Sintang hanya memiliki empat regu dengan total 20 orang personel. Dimana masing-masing regu beranggotakan lima orang.
“Staf KPLP hanya 5 orang. Kalau total keseluruhan ada 50 pegawai Lapas Sintang. Kalau regu penjagaan kurang sangat sulit melakukan pemeriksaan barang bawaan para pengunjung. Pemeriksaan kan mesti berlapis. Ke depan ini akan segera terpenuhi, termasuk fasilitas-fasilitas pengamanan Lapas lainnya,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tiadakan-jam-besuk_20160921_163651.jpg)