Liputan Khusus
Gubuk Tempat Tinggal Anita dan Keluarga Sering Dimasuki Ular
Sudah terbiasa jadi tidak masuk angin. Anak-anak tidur kumpul sama saya. Ada yang di atas karena tempat tidurnya tingkat
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Posisi rumah Anita dikelilingi semak belukar berada tepat di pinggir sungai. Jauh dari pemukiman warga.
Tetangga terdekatnya adalah Ketua RT 023 berjarak sekitar 20 meter.
Posisi tempat tidur langsung menghadap ke semak karena bagian tengah sudah tak ada dindingnya.
"Sudah terbiasa jadi tidak masuk angin. Anak-anak tidur kumpul sama saya. Ada yang di atas karena tempat tidurnya tingkat," tuturnya, Sabtu (17/9/2016).
Rumah dengan ukuran sekitar 3x3 banyak diikat pakai tali agar tak lepas.
Seluruh bagian rumah sudah rusak dan sangat tak layak ditempati.
Selain berjuang dengan kebutuhan hidup, keluarga ini juga harus bisa mengatasi ancaman yang datang dari binatang melata dan cuaca, seperti hujan, panas, dan angin.
"Sering ular masuk rumah. Anak sayalah yang biasa membunuhnya, walau masih kecil tapi dia berani," ungkapnya.
Pada saat musim hujan dan angin ribut, dirinya bersiaga membawa anak-anaknya ke luar rumah.
Mengikuti kata orangtua dulu, patokannya hanya pada kucing.
Jika kucing sudah pada berlarian keluar rumah maka ia akan mengikuti.
"Tapi alhamdulillah kemarin ade angin pun rumah kita tak apa-apa. Saya selalu lihat kucing, kalau kucing lari dari rumah maka harus ikut. Itu kata orang-orang tua dulu," katanya.
Warga sekitar banyak merasa simpati terhadap kondisi yang dihadapi keluarga Anita.
Sering kali pihak penyalur bantuan hendak melakukan bedah rumah namun selalu terhalang status tanah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/gubuk_20160918_101521.jpg)