Breaking News

Usaha Percetakan Wiwin Mulai 'Berlari' setelah Dapat Hadiah Sayembara Rp 7 Juta

Uang (PMW) inilah yang digunakan untuk membeli peralatan cetak berupa printer. Sisanya untuk modal kerja

Penulis: Ishak | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISHAK
Founder sekaligus Owner Win Printing, Wiwin, berpose di tempat produksi percetakannya, Jumat (09/09/2016) siang. Mulai usaha percetakan hanya dengan modal keyakinan, kini ia berhasil Raup omset puluhan juta tiap bulannya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jalan bagi Wiwin untuk membesarkan usaha, perlahan semakin terbuka lebar. Pada 2010, di kampus tempatnya menempuh pendidikan, tersiar kabar tengah digelar sayembara wirausaha bagi mahasiswa.

Program ini kala itu dikenal dengan nama Program Mahasiswa Wirausaha (PMW).

Mempersiapkan diri sebaik mungkin, dirinya mantap ikuti sayembara PMW ini. Nasib baik memayunginya. Para juri menyatakan dirinya lolos dan berhak atas sejumlah uang senilai Rp 7 juta.

"Uang (PMW) inilah yang digunakan untuk membeli peralatan cetak berupa printer. Sisanya untuk modal kerja," jelasnya, Jumat (9/9/2016).

Mendapatkan suntikan modal kerja, dirinya langsung bergegas, 'berlari' lebih kencang membangun usahanya ini. Ia lalu membuat brand Win Desaign Gallery.

"Cuma setelah dievaluasi, sepertinya akan lebih baik kalau diubah dengan nama yang lebih mudah diingat. Maka setelah itu muncullah nama Win Printing. Sampai sekarang nama itu masih dipertahankan," bebernya.

BACA JUGA: Berhenti Kerja, Wiwin Buka Percetakan Sendiri

Ia juga memenuhi aspek legal formal usahanya ini. Alumnus Fakultas Ekonomi Untan 2006 ini lalu mendaftarkan usahanya ke notaris, untuk pembuatan akte pendirian usaha, dengan nama CV Win Cipta Media.

Jalan kesuksesan semakin hari semakin terbuka lebar baginya. Mampu bertahan dan tetap konsisten, tawaran bermitrapun berdatangan kepadanya.

Momen bermitra inilah yang disebutnya jadi momentum lompatan besar dalam usaha yang digelutinya ini.

Berkat keberhasilannya meyakinkan para mitra, dirinya diganjar tambahan modal kerja dalam bentuk mesin cetak, dengan kesepakatan bagi hasil. Setidaknya ada lima pihak yang menjadi mitranya.

"Empat di Pontianak, supportnya di mesin cetak. Satu lagi di Jakarta, juga suppor untuk di mesin cetak," urainya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved