Tes IVA Mampu Deteksi Kanker Serviks dan Payudara
Tingginya angka penderita kanker serviks sebagai pembunuh kedua terbesar setelah kanker Payudara di Indonesia mendorong sejumlah relawan yang...
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Tingginya angka penderita kanker serviks sebagai pembunuh kedua terbesar setelah kanker Payudara di Indonesia mendorong sejumlah relawan yang tergabung dalam organisasi 'Aisyiyah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah melakukan kegiatan pencegahan kanker serviks kepada masyarakat Kabupaten Mempawah.
Kegiatan ini digelar selama 4 hari di Puskesmas Sungai Bakau Kecil Kecamatan Mempawah Timur, mulai Senin (5/9/2016) hingga Kamis (8/9/2016) mendatang.
Koordinator Kegiatan Sari Anggraini mengatakan kegiatan pencegahan dini kanker serviks dan kanker payudara ini berupa pelatihan yang diikuti oleh dokter dan bidan yang dipimpin langsung oleh Dr. Manuel Hutapea,Sp.OG.(K).Onk serta pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) kepada masyarakat Mempawah terutama kali ini dilakukan pada kalangan ibu rumah tangga masyarakat Sungai Batang Kecamatan Sungai Pinyuh. Kendati kegiatannya juga dilaksanakan pada masyarakat di desa lainnya.
Ia mengatakan sebetulnya program ini sudah berjalan sejak 4 bulan lalu dengan dimulai melalui penyuluhan yang dilakukan di puskesmas-puskesmas, 5 desa dan 1 kelurahan di Kabupaten Mempawah.
"Kemudian setelah dilakukan penyuluhan baru kami adakan tes IVA ini," jelasnya, Rabu (7/9/2016).
Ia mengatakan tes IVA ini selain untuk deteksi dini kepada gejala kanker serviks juga deteksi terhadap gejala penyakit kanker payudara.
Diharapkan dengan adanya pengetahuan pemeriksaan IVA ini, masyarakat Kabupaten Mempawah terutama kalangan ibu rumah tangga tidak enggan lagi dalam melakukan pemeriksaan dalam mengetahui apakah ada gejala kanker serviks atau kanker payudara.
"Jika nanti sudah gejalanya, bisa ditangani secepatnya di rumah sakit,"jelasnya.
Terlebih dikatakannya, jika penyakit ini sudah memasuki stadium lanjut maka akan lebih sulit untuk disembuhkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ibu-ibu-saat-mengantre_20160907_211209.jpg)