Sosok Perempuan Selalu Menjadi Simbol dalam Lukisan, Ini Penjelasan Puji Rahayu

Spirit disini dalam artian setiap perempuan mempunyai niat yang luhur

Penulis: Anesh Viduka | Editor: Jamadin
Anesh Viduka
Puji Rahayu (39), koordinator perupa Kalbar, menunjukkan lukisan saat ditemui dikediamannya di Jl M Yamin, Gg Sederhana I, Pontianak, Kalbar, Minggu (4/9/2016) sore. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID ,PONTIANAK - "Spirit perempuan sebagai inspirasi dan sosok perempuan selalu menjadi simbol dalam setiap lukisan ku, karena perempuan memliki hati yang lebih sensitif ketika melihat suatu masalah"

Demikian penggalan kalimat yang diucapkan oleh Puji Rahayu (39), koordinator perupa Kalbar, saat ditemui dikediamannya di Jl M Yamin, Gg Sederhana I, Pontianak, Kalbar, Minggu (4/9/2016) sore.
Puji Rahayu merupakan satu diantara perupa wanita Kalbar dengan aliran lukisan naif dekoratif.

Menjadi seorang perupa merupakan keinginannya sejak duduk di bangku SMP. Berawal dari keisengannya mengikuti jejak saudara laki-lakinya, dia memberanikan diri mengikuti perlombaan melukis di sekolahnya.

"Waktu SMP aku mengikuti lomba lukis kaligrafi di sekolah dan dapat juara I, kemudian setiap tahunnya selalu diutus jadi perwakilan dari sekolah untuk mengikuti lomba pada peringatan 17 Agustus yang digelar Dewan kesenian Tulungagung," kata perempuan asal Tulungagung, Jawa Timur ini.

Sejumlah penghargaan dibidang seni pun kerap diraihnya. Berkat dari keahliannya, ia pun kerap menjadi juri di sejumlah perlombaan melukis serta menjadi narasumber disejumlah talkshow tv swasta.
Setiap karya yang ia buat selalu menceritakan tentang situasi lingkungan yang didalamnya selalu menampilkan sosok perempuan.

"Ketika saya mengangkat sosok perempuan bukan hanya menampilkan perempuan apa adanya, tetapi saya ambil spirit perempuan ketika menghadapi suatu masalah. Spirit disini dalam artian setiap perempuan mempunyai niat yang luhur, berkeinginan menjadi wanita terbaik dan berkeinginan menjadi ibu yang terbaik untuk anak-anaknya,disitu tidak hanya dalam bentuk kerja tetapi bisa diungkapkan kedalam suatu karya," jelas Puji
.
Sejak pindah ke Pontianak bersama suaminya tahun 2010 silam, ia mengaku sempat vakum melukis, karena kendala peralatan yang susah di dapat, serta kondisinya pada saat itu baru saja melahirkan putri pertamanya.

Kemudian pada 2012 ia mulai berkarya kembali hingga sekarang, namun peralatan dan bahan melukisnya semua ia datangkan dari Yogyakarta. "Kalau dibilang ingin melukis total sih tidak, karena sekarang sudah berkeluarga dan waktunya banyak di manfaatkan untuk mengurus anak-anak. Tetapi ketika tidak melukis, rasanya gelisah, kayak ada yang kurang dalam aktivitas sehari-hari, karena dengan melukis saya bisa melukiskan kesedihan saya tentang suatu hal. Baik itu masalah keseharian maupun masalah tentang lingkungan, yang akhirnya ketika diungkapkan dalam bentuk lukisan menjadi sebuah karya yang menarik dan bisa inspiratif juga," kata ibu dua anak ini.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved