HUT Profesor Syarif Ibrahim, Untan Gelar Reuni Akbar dan Seminar Internasional
Cara baru itu adalah meminta kolega, sahabat, teman dekat, saudara, mantan mahasiswa dan lainnya untuk memberi ‘hadiah’ berupa tulisan
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pada tanggal 3 September 2016 di Aula Rektoran Untan Lantai tiga akan digelar Reunian Akbar dan sekaligus seminar internasional.
Kegiatan yang digelar tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-70 Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Prof. Dr. H. Syarif Ibrahim Alqadrie, M.Sc.
Selaku seorang akademis Prof. SIA sapaan akrabnya melakukan hal yang berbeda dengan kebanyakan lainnya dalam merayakan hari kelahirannya. Biasanya kebanyakan dalam perayaan melakukan selamatan , potong tumpeng serta pemberian cincin dan lainnya.
Tetapi untuk membuat tradisi baru bagi kalangan akdemis dilaksanakan di antaranya dengan reuni dan acara/dialog untuk membicarakan isi buku himpunan yang ditulis oleh para kolega dan sahabat.
“Cara baru itu adalah meminta kolega, sahabat, teman dekat, saudara, mantan mahasiswa dan lainnya untuk memberi ‘hadiah’ berupa tulisan kesan pribadi terhadap yang bersangkutan dan karya ilmiah. Tulisan-tulisan itu dihimpun menjadi satu buku HUT (Celebratory Book) dan diluncurkan dalam reuni. Pelaksanaan perayaan akademis seperti ini baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Hut Prof SIA ini insyallah merupakan kedua kalinya,” ” ujar Humas Panitia, Holi Hamidun, Jumat (2/9/2016).
Sementara itu, Koordinator penulisan buku sekaligus Ketua Editor, Dr. Phil. Zainuddin Isman menagatakan untuk buku yang akan diluncurkan dalam reuni yang sekaligus seminar internasional yang dihimpun dari kolega baik yang berisi kesan pribadi penulis kepada SIA maupun sejumlah naskah ilmiah memiliki judul Kebuduyaan; Intraksi Sosial, Konflik & perdamaian.
“Isi buku dibagi dalam dua bagian, yaitu: Bagian Pertama berisi kenang-kenangan dari teman, sahabat, para mantan mahasiswa dan teman sejawat/kolega (colleagues) beliau tentang bagaimana sosok dari Prof.Dr. H. Syarif Ibrahim Alqadrie dalam kiprahnya sebagai dosen, ilmuan dan intelektua. Bagian Kedua, berisikan tulisan ilmiah dari para pakar dan sarjana dari dalam dan luar negeri yang sangat penting untuk dibaca, terutama oleh para mahasiswa. Buku tersebut berisi 14 karya ilmiah. Sedangkan untuk penulis kesan pribadi sekaligus penulis karya ilmiah totalnya sebanyak 65 penulis dengan tebal buku 2 Cm,” katanya.
Ia menambahkan buku tersebut dipersembahkan kepada Prof.Dr.H. Syarif Ibrahim Alqadrie, M.Sc, yang pada 1 September 2016 genap berusian 70 tahun dan akan memasuki masa pensiun sebagai seorang professor. Persembahan dalam bentuk tulisan memang sudah menjadi tradisi dibanyak tempat dan universitas besar di luar negeri, namun di Indonesia, itu masih merupakan hal yang baru.
Acara pelepasan seorang Professor dengan menghadiahkannya berupa kumpulan tulisan pribadi kolega dan sahabatnya yang dihimpun dalam sebuah buku himpunan (a celebratory book) dan dikaitkan dengan reuni akbar antar kolega, sahabat, mantan mahasiswa dan kenalan lainnya, baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Universitas Tanjungpura (UNTAN), Pontianak, merupakan yang kali keduanya .
“Dunia kademis di Indonesia khususnya Kalbar dan walkhusus Untan dengan ini harus patut bangga,” kata dia.