Pemkab akan Jadikan Penyu Sebagai Ikon Sambas
Kampanye melawan perburuan dan perdagangan penyu di Paloh semakin intens dilakukan.
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kampanye melawan perburuan dan perdagangan penyu di Paloh semakin intens dilakukan.
Wahana yang dipilih dan dinilai efektif untuk menyampaikan pesan persuasif melalui even festival pesisir paloh yang rutin selalu digelar setiap tahun.
Sepanjang 63 km pesisir Pantai Paloh yang membentang dari Tanjung Belimbing hingga Desa Temajuk. Merupakan lokasi peneluran penyu tiap tahun.
Tak kalah semarak dengan tahun lalu, tahun ini festival pesisir paloh 2016 digelar di Dusun Ceramai, Desa Sububus Paloh.
Sejumlah kegiatan kampanye, sosialisi dikemas apik dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga habitat penyu dan tidak mengkonsumsi dan memperdagangkan telur penyu.
Pemkab Sambas menyatakan komitmennya akan menjadikan penyu sebagai ikon pariwisata unggulan di Kabupaten Sambas.
Wakil Bupati Sambas Hairiah sehari usai mengikuti upacara peringatan detik-detik Kemerdekaan di Desa Temajuk bebeberapa waktu lalu menyempatkan diri untuk hadir di lokasi festival.
Menurutnya, kampanye secara massif dilakukan kepada masyarakat. Satu di antara cara yang paling penting bisa dilakukan dengan pendekatan persuasif seperti kampanye, sosialisasi dan penyuluhan.
"Pemkab Sambas saat ini sedang mematangkan Rancangan Peraturan Daerah bersama DPRD terkait konservasi dan penyelamatan penyu," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/petugas-bksda-kalbar_20160811_220505.jpg)