DPR Harap Optimalkan Wadah Komite Sekolah
Sekolah mempunyai jembatan komunikasi yakni komite sekolah. Disana ada peran orang tua, dan guru peran ini yang harus dioptimalkan.
Penulis: Zulkifli | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Anggota Komisi III DPR RI Dapil Kalbar, Erma S Ranik, menilai mencuatnya kekerasan fisik dilingkungan sekolah akhir-akhir ini, baik antara murid dengan guru maupun guru dengan orang tua murid, perlu dicermati agar tidak terulang kembali. Ia menilai peran komite sekolah sangat penting dalam upaya pencegahan.
Sekolah mempunyai jembatan komunikasi yakni komite sekolah. Disana ada peran orang tua, dan guru peran ini yang harus dioptimalkan.
"Kalau tata cara mendidik saya yakin semua guru sudah tahu ," ungkapnya di Melawi belum lama ini.
Menurutnya tidak ada perlu relugasi atau aturang undang-undang baru, mengenai tindak kekerasan dilingkungan sekolah, karena aturan yang ada sudah jelas.
"Karena aturan yang ada sudah jelas. Seperti yang terjadi baru-baru ini pemukulan terhadap guru. Itu sudah jelas tindakan kriminal," ungkapnya.
Politisi Demokrat ini menilai, memang pendidikan dengan kekerasan juga tidak dibenarkan. Namun ia mengatakan selama mungkin masih batas kewajaran itu merupalan hal yang biasa.
"Dulu kita paling takut dengan guru. Jadi persoalan ini tinggal bagaimana komunikasi orang tua dan guru melalui wadah komite sekolah,"ungkapnya.
Dia berharap sejumlah kasus yang menjadi sorotan ditingkat nasional, tidak terjadi di Kalbar. Dan guru dapat menjalankan tugasnya dengan baik tanpa rasa takut. Demikian pula murid dapat menempa ilmu dengan rasa nyaman pula .
"Jadi cara mendidik yang keras atau lembut menurut saya tidak ada hubungam dengan keberhasilan seseorang. Namun bagaimana keinginan dan motivasi dari murid itu sendiri yang menentukan," tukasnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/erma-suryani-ranik_20160730_135926.jpg)