Premier League
Sosok Paling Berjasa bagi Karier Wijnaldum Berasal dari Indonesia
Namun, semuanya berubah ditangan pencari bakat yang lahir pada 22 November 1957 di Plaju, Sumatera Selatan, yaitu Kenneth Butter.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, ROTTERDAM - Pemain anyar Liverpool FC, Georginio Wijnaldum, memiliki peluang untuk menjadi salah andalan Manajer Juergen Klopp di dalam skuatnya. Uniknya, penemu bakat Wijnaldum ternyata berasal dari Indonesia.
Wijnaldum didatangkan Liverpool dari Newcastle United seharga 25 juta pounds (sekitar Rp 429 miliar) pada awal musim 2016-2017.
Meski gagal menghindarkan Newcastle dari degradasi, torehan 11 gol di Premier League musim lalu membuat Klopp terkesan dan tertarik memboyong pemain berusia 25 tahun itu.
Wijnaldum mengawali karier juniornya bersama Sparta Rotterdam. Pemain yang akrab dipanggil Gini ini bergabung dengan akademi sepak bola di kota kelahirannya itu pada usia 7 tahun.
Pada awalnya, Gini kecil sama sekali tidak tertarik dengan olahraga sepak bola.
BACA JUGA: Liverpool Gaet Stiker Anyar, Daniel Sturridge Tak Gentar
Namun, semuanya berubah ditangan pencari bakat yang lahir pada 22 November 1957 di Plaju, Sumatera Selatan, yaitu Kenneth Butter.
Butter menjadi sosok yang sangat berjasa dalam karier sepak bola Gini.
Saat itu, Butter sudah 20 tahun berprofesi sebagai pencari bakat bagi Sparta Rotterdam dan kini menjabat sebagai kelapa pencari bakat klub profesional tertua di Belanda itu.

Butter menemukan bakat Gini ketika sang pemain baru berusia 8 tahun saat sedang bermain sepak bola di cabang amatir akademi Sparta Rotterdam.
"Penampilan Gini mencolok karena dibandingkan dengan rekan seusianya, ia lebih gesit dan memiliki teknik sepak bola yang baik. Walaupun ukuran badannya lebih kecil dan kurus, tetapi ia sangat kuat," ucap Butter dikutip dari LiverpoolFC.com.
"Ia sangat menarik perhatian saya. Badannya sangat luwes dan pada saat itu ia melakukan sebuah salto dalam selebrasi golnya yang menjadi salah satu catatan untuk dilaporkan ke klub. Sejak itu saya terus memantau Georginio dan setelah dua tahun ia direkrut untuk bermain di akademi profesional Sparta," tuturnya.
Selain menemukan bakat Wijnaldum, Butter juga sangat berjasa karena ia sempat berperan layaknya orang tua sang pemain.
Kala itu, Gini tinggal bersama neneknya di Rotterdam karena orang tuanya bercerai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/georginio-wijnaldum_20160814_142728.jpg)