Mengintip Lebih Dekat Koleksi Museum Kalbar

Museum Provinsi Kalimantan Barat berlokasi di Jl Jend A Yani, Pontianak, tidak jauh dari pusat perbelanjaan Ayani Megamall.

Tayang:
Penulis: Anesh Viduka | Editor: Mirna Tribun
Mengintip Lebih Dekat Koleksi Museum Kalbar - museum-provinsi-kalimantan-barat_20160727_103956.jpg
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Museum Provinsi Kalimantan Barat, Jl Jend A Yani, Pontianak.
Mengintip Lebih Dekat Koleksi Museum Kalbar - seorang-pengunjung-melihat_20160727_103929.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Seorang pengunjung melihat koleksi keramik di ruang Keramik, Museum Kalbar, Jl Jend A Yani, Pontianak. ruang keramik terdiri dari koleksi
Mengintip Lebih Dekat Koleksi Museum Kalbar - hostorika-berupa-pendupaan_20160727_104714.jpg
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Hostorika, berupa Pendupaan, Kotak Jimat, tombak, senapan lantak dan pistol VOC, satu di antara koleksi Museum Kalbar yang ditampilkan di ruang pengenalan Museum Kalbar, Jl Jend A Yani, Pontianak. Senjata seperti ini dibawa oleh bangsa asing yang pernah menjajah Indonesia seperti Belanda, Inggris dan Jepang.
Mengintip Lebih Dekat Koleksi Museum Kalbar - al-quran-tulisan-tangan_20160727_104417.jpg
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Al Quran tulisan tangan, Satu di antara koleksi museum Kalbar yang ditampilkan di ruang budaya, Museum Kalbar Jl Jend A Yani, Pontianak. Dibgaian ini juga terdapat naskah-naskah kuno lainnya seperti surat nasehat, naskah ilmu hisab dan surat emas dari kerajaan Pontianak.
Mengintip Lebih Dekat Koleksi Museum Kalbar - replika-arca-prajnya_20160727_104116.jpg
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Replika Arca Prajnya Paramita, satu diantara koleksi Museum Kalbar yang ditampilkan di ruang pengenalan. Arca yang dibuat dalam sikap duduk dan tangan berada di depan dada dalam sikap dharma chakra mudra (jari tangan memutar roda hukum Budha) ini merupakan dewi kebijakan yang bernama Prajnya Paramita yang berasal dari kerajaan Singosari (1222-1292). ciri khas arca ini adalah di tangannya terdapat sebuah pustaka yang diletakkan di atas bunga padma (teratai), memakai mahkota berhias permata, dan bagian kepala dilindungi oleh kubah cahaya (prabha) sebagai lambang kebijaksanaan yang bermakna agar cahaya ilmu dan kebijaksanaan akan menyebar keseluruh dunia dan mengisi hati umat manusia.
Mengintip Lebih Dekat Koleksi Museum Kalbar - uang-kertas-asia_20160727_104148.jpg
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Uang kertas Asia : Malaysia, Singapura, Indonesia dan Cina. Satu di antara koleksi museum Kalbar yang ditampilkan di ruang pengenalan, Museum Kalbar Jl Jend A Yani, Pontianak.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID ,PONTIANAK - Museum Provinsi Kalimantan Barat berlokasi di Jl Jend A Yani, Pontianak, tidak jauh dari pusat perbelanjaan Ayani Megamall.

Fungsionalisasinya diresmikan pada 4 Oktober 1983 oleh Direktur Jendral Kebudayaan Depdikbud, sejak itu Museum Kalbar di buka untuk umum, dan kelembagaannya diresmikan pada 2 April 1988.

Sejalan dengan peraturan pemerintah, sejak 6 Februari 2013 Museum Kalbar menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat.

Sesuai dengan visinya sebagai pusat informasi kebudayaan daerah Kalbar, museum Kalbar selalu ramai dikunjungi terutama di hari libur sekolah. Dengan waktu kunjungan Selasa-Kamis buka pukul 08.00-15.00 WIB, Jumat pukul 08.00-11.00 dan 13.00-15.00, Sabtu-Minggu dan hari libur nasional buka pukul 08.00-14.00 WIB, sedangkan untuk hari Senin Museum tutup.

"Biasanya Sabtu dan Minggu atau hari libur sekolah pengunjung nya agak ramai, pernah dalam satu hari kami menerima pengunjung ada 12 sekolah, dari dalam kota Pontianak mau luar kota, mereka ada yang ngirim surat terlebih dahulu ada juga yang datang langsung ke Museum," kata Maria Antik (47) satu di antara pemandu pengunjung Museum.

Sementara itu harga tiket masuk ke Museum ini bervariasi, untuk anak-anak tingkat pelajar TK hingga Mahasiswa Rp 2 ribu per orang, sedangkan untuk kategori umum Rp 3 ribu per orang, dan untuk wisata asing atau peneliti Rp 10 ribu per orang.

Di Museum yang di rintis sejak tahun 1974 ini terdapat gedung pameran tetap yang terdiri dari lantai bawah dan lantai atas.

Di lantai bawah terdapat tujuh miniatur istana raja, rumah betang suku Dayak, dan rumah linmas. Ada juga koleksi beberapa meriam yang ditampilkan di bagian halaman depan gedung.

Sedangkan di lantai atas terbagi tiga ruangan, yaitu ruangan pengenalan yang terdiri dari koleksi Geologika/ Geografika, biologika, arkeologika, historika, numismatika dan heraldika. Di ruangan ini terdapat sejumlah benda-benda bersejarah seperti nekara, uang logam asia, uang logam eropa, uang logam Indonesia serta uang kertas jerman. Ada juga pakaian resmi kesultanan Kadriyah.

Di bagian pojok kiri ruangan tersimpan beberapa arca, satu diantaranya Archa Prajnya Paramita yang menurut sejarahnya merupakan dewi kebijaksanaan berasal dari kerajaan Singosari (1222-1292).

Kemudian ruang budaya, yang menyimpan beragam kebudayaan yang ada di Kalbar, yang mencakup tujuh unsur kebudayaan yakni religi dan upacara keagamaan, mata pencaharian hidup, organisasi kemasyarakatan, teknologi dan peralatan, pengetahuan dan bahasa.

Di ruangan ini terdapat lukisan tentang kondisi kehidupan masyarakat tempo dulu yang sedang berburu. Ada juga koleksi peralatan perdukunan, alat tenun dan hasil tenun, ada koleksi sejumlah permainan tradisional seperti gasing dan congklak.

Di bagian pojok kanan, menampilkan koleksi Filologika yang terdiri dari surat nasehat, naskah ilmu hisab, surat emas dari kerajaan Pontianak serta Al quran tulis tangan.

Ada juga koleksi pelaminan etnis Melayu, sejumlah pakaian adat dan baronsai.

Ruang keramik, ruangan yang menyimpan sejumlah koleksi keramik lokal maupun asing. Keramik-keramik tersebut memiliki beragam ukuran. Ada yang kecil dan yang besar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved