Sail Selat Karimata 2016

Dalam Sehari, Bupati Hildi Hamid Bisa Tiga Kali Meninjau Lokasi Sail Selat Karimata 2016

Ini pekerjaan memang harus dikejar, sudah sangat bagus, cuma memang tinggal skedul mereka jangan sampai meleset.

Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Arief
Dalam Sehari, Bupati Hildi Hamid Bisa Tiga Kali Meninjau Lokasi Sail Selat Karimata 2016 - tinjau-pulau-datuk-1_20160714_235210.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MUHAMMAD FAUZI
Bupati Kayong Utara Hildi Hamid bersama Anggota DPRD Kayong Utara, Syukran dan SKPD terkait meninjau titik-titik lokasi acara puncak Sail Selat Karimata 2016 di kawasan Pantai Pulau Datuk, Kamis (14/7/2016).
Dalam Sehari, Bupati Hildi Hamid Bisa Tiga Kali Meninjau Lokasi Sail Selat Karimata 2016 - tinjau-pulau-datuk-2_20160714_235317.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MUHAMMAD FAUZI
Bupati Kayong Utara Hildi Hamid bersama Anggota DPRD Kayong Utara, Syukran dan SKPD terkait meninjau titik-titik lokasi acara puncak Sail Selat Karimata 2016 di kawasan Pantai Pulau Datuk, Kamis (14/7/2016).

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Anggota DPRD Kayong Utara, Syukran bersama Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid meninjau lokasi acara puncak Sail Selat Karimata 2016 di kawasan Pantai Pulau Datuk, Kamis (14/7/2016).

Bupati Hildi Hamid beberapa kesempatan memang rutin meninjau lokasi kegiatan. Bahkan dalam satu hari, 2 hingga 3 kali ia ke lokasi pembangunan, baik membawa tamu dari luar ataupun sendirian.

Syukran sempat bebincang dengan Bupati Hildi terkait perkembangan pekerjaan di lokasi acara puncak. Menurutnya, bupati sangat optimis target pekerjaan akan tercapai.

"Ini pekerjaan memang harus dikejar, sudah sangat bagus, cuma memang tinggal skedul mereka jangan sampai meleset. Kalau Bapak Bupati sendiri optimis pekerjaan ini selesai," jelas Syukran.

Sementara itu Bupati Hildi Hamid mengatakan, saat ini progres persiapan pemerintah daerah dalam mempersiapkan lokasi acara puncak sudah mencapai 55 persen.

Menurutnya, hal ini perlu dukungan dari semua pihak, khususnya masyarakat Kayong Utara, jangan sampai kegiatan sail ini terhambat oleh oknum-oknum yang tidak senang melihat Kayong Utara maju.

Terlebih, acara ini merupakan program pemerintah pusat dalam percepatan pembangunan bagi daerah tertinggal yang memiliki potensi wisata.

"Sudah 55 persen, saat ini beberapa tamu sudah mulai intens datang ke sini (Kayong Utara). Saya meminta dukungan dari masyarakat, pengertiaannya. Jangan sedikit-sedikit suruh menghentikan pekerjaan, ganti rugi semua," tutur Hildi Hamid.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved