Beredarnya Kalender Palu Arit, Dewan: Jangan Sampai Timbulkan Gesekan di Tengah Masyarakat

Ketua DPRD Singkawang, Sujianto meminta agar masyarakat melihat secara cerdas atas temuan kalender yang didalamnya terdapat lambang Palu Arit.

Penulis: Novi Saputra | Editor: Mirna Tribun
Tribun Pontianak/Novi Saputra.
Seorang anggota Polres Singkawang menunjukkan kalender-kalender yang memiliki lambang palu dan arit pada bagian tanggal 1 Juli 2016, Kamis (30/6/2016) Kalender ini bukan produk dari Indonesia dan pada penanggalannya juga tidak mencantumkan hari-hari libur nasional Indonesia,contohnya 17 Agustus bukan hari libur nasional. Tribun Pontianak/Novi Saputra. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Ketua DPRD Singkawang, Sujianto meminta agar masyarakat melihat secara cerdas atas temuan kalender yang didalamnya terdapat lambang Palu Arit.

Kata dia dalam kasus ini jangan sampai menimbulkan gesekan di tengah masyarakat, terlebih adanya indikasi sebagian masyarakat mulai ditakut-takuti dengan kabar dan kalender seperti ini.

"Harapan kita Singkawang ini kan sudah aman dan kondusif, selain itu kayaknya mereka (warga yang memasang) itukan ditakut-takuti dengan kabar-kabar dan kalender seperti ini," kata Sujianto Jumat (1/7/2016).

Aparat kata dia juga berperan dalam menenangkan masyarakat, ia juga meminta agar pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk tidak menyebarkan isu-isu yang justru hanya akan memecah belas masyarakat.

"Kalau sudah aman tolonglah jangan disebarkan isu tidak bagus, kalau masyarakat pintar bisa membaca jernih itu bagus, bagaimana yang tidak seperti itu," katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI P Singkawang ini menuturkan tidak elok kiranya jika sejumlah pihak terus memojokkan kadernya terkait keberadaan kalender ini.

"Bukan Tjhai Chui Mie saja yang beli kalender ini, banyak yang lain kok, mulai dari organisasi hingga ada gambar artis. Jangan dipolitisasi apalagi kita memasuki masa Pilkada," katanya.

Ia mengaku sangat tidak sependapat ketika hal ini terus menjadi masalah yang dipolitisasi oleh lawan politik dari kadernya tersebut. " Saya sangat tidak sependapat ," katanya.

Sujianto menilai lebih baik menyoroti lemahnya importir dalam memilih barang yang akan dimasukkan. " Importirnya juga itu, tahu tidak ada lambang seperti itu, dan sayangnya bisa masuk ke tempat kita," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved