Warga Dimbau Waspada, Kepala BKD Pernah Dicatut Namanya

Sejumlah kasus di Kubu Raya juga pernah terjadi di lingkungan sekolah Sungai Ambawang. Korban dimintai sejumlah uang imbalannya akan diterbitkan SK.

Penulis: Madrosid | Editor: Steven Greatness
zoom-inlihat foto Warga Dimbau Waspada, Kepala BKD Pernah Dicatut Namanya
Net
Ilustrasi penipuan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Badan Kepegawaian Daerah Kubu Raya mengimbau kepada siapapun agar tidak percaya terhadap janji-janji dari pihak manapun untuk meloloskan menjadi Pegawai Negeri Sipil (pns). Banyak sekali modus penipuan berkedok membantu dengan imbalan sejumlah nominal uang.

Kepala BKD Kubu Raya, Kusyadi mengatakan dirinya pernah dicatut namanya dalam perkara penipuan tersebut. Ada pihak yang mengatasnamakan dirinya meminta sejumlah uang untuk meloloskan yang bersangkutan menjadi seorang PNS.

“Sekarang ini jangan mudah percaya pada siapapun. Apalagi dengan modus membantu untuk menerbitkan SK tanpa proses yang semestinya dilakoni oleh calon PNS. Proses untuk mendapatkan SK PNS itu bukan perkara mudah harus melalui beberapa proses pemberkasan dan tes,” ujarnya saat ditemui diruangannya, Rabu (29/6/2016).

Ia memastikan semuanya merupakan sebuah penipuan. Berbagai cara dilakukan oknum untuk mengelabui korbannya.

Sejumlah kasus di Kubu Raya juga pernah terjadi di lingkungan sekolah Sungai Ambawang. Korban dimintai sejumlah uang imbalannya akan diterbitkan langsung SK nya dari Jakarta.

“Yang jelas itu tidak benar, ujuk-ujuk SK itu turun dari Jakarta. Proses penerbitan SK melalui system, Jakarta hanya nota persetujuannya karena itu dari kita. Kalau hanya SK print-printnan saja itu siapapun mudah untuk membuatnya. Makanya masyarakat harus lebih waspada,” ungkapnya.

Kusyadi juga merasa sangat hati atas ulah oknum yang pernah mencatut namanya.
Ini bukan kejadiam pertama kalinya di masyatakat. Bisa saja via sms, telpon dan lain sebagainya. Kewaspadaan masyarakat harus tingkatkan.

“Kubu Raya sendiri, untuk pengajuan perekrutan PNS total ada 397 orang untuk semuanya formasinya tapi terkait hal ini belum ada kepastian dari Menpan. Apa saja formasi nantinya yang ada,” ungkapnya.

Sejumlah kasus lanjut Kusyadi harus jadi pembelajaran bagi semua pihak. Agar kedepannya bisa lebih berhati-hati. Jika memang ada niatan untuk menjadi abdi negara melalui jalur PNS sebaiknya ikuti prosedur yang sudah ditentukan.

“Semua perekrutan sudah transparan dan sudah sekali ada kecurangan didalamnya. Selain dari pada itu proses yang sudah ditentukan dipastikan itu adalah penipuan,” pungkasnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved