Mau Buat Kue Lebaran, IRT Keluhkan Harga Telur Mahal
Kalau bisa ada operasi pasarlah dari pemerintah, harganya mesti lebih murah jangan pula sama, itu sama gak bohong
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Menjelang hari raya Idul Fitri, harga kebutuhan pangan terus merangkak naik. Di antaranya telur ayam, saat ini harganya berkisar Rp 1.600 per butir. Belum turunnya harga telur membuat sejumlah ibu rumah tangga mengeluh.
"Rencananya memang mau bikin kue persiapan Lebaran, tapi harga-harga sudah pada naik, apalagi telur, harganya sudah mahal," kata seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Nursiyah, Minggu (19/6/2016).
Sementara berdasarkan pantauan di sejumlah mini market di Sanggau, harga telur dijual Rp 1.800 per butir. Harga tersebut tentu memberatkan masyarakat. Untuk itu, masyarakat berharap pemerintah segera menurunkan harga kebutuhan pangan supaya tidak membebani masyarakat.
"Kalau bisa ada operasi pasarlah dari pemerintah, harganya mesti lebih murah jangan pula sama, itu sama gak bohong," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Distankanak) Kabupaten Sanggau, John Hendri menyampaikan, pihaknya menyiapkan, sebanyak 21 ribu butir telur ayam untuk di bazarkan dalam rangka menghadapi Idul Fitri 1437 H di Kabupaten Sanggau.
BACA JUGA: 21 Ribu Butir Telur untuk Bazar Sambut Idul Fitri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ibu-beli-telur_20160619_145053.jpg)