Salat Jenazah Muhammad Ali Terbuka Bagi Umat Lintas Agama
Pihak penyelenggara mengatakan bahwa Ali memang telah berpesan bahwa dirinya ingin dimakamkan secara Islam.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KENTUCKY - Sesuai permintaan Muhammad Ali, Salat Jenazah untuk petinju legendaris itu dibuka untuk umat lintas agama.
Salat Jenazah untuk Ali dilakukan pada, Jumat (10/6/2016), di Freedom Hall, Kentucky, AS. Freedom Hall secara khusus dipilih sebab lokasi itu merupakan tempat Ali terakhir bertarung sebagai petinju di Louisville pada 1961.
Sebanyak 16 ribu tiket disediakan untuk publik yang ingin mengikuti ibadah tersebut, yang dibuka untuk umat lintas agama. (Baca: Saat Salat Jenazah, Wanita Ini Ungkap Petualangan Indah Bersama Muhammad Ali)
Pihak penyelenggara mengatakan bahwa Ali memang telah berpesan bahwa dirinya ingin dimakamkan secara Islam.
Namun, Ali juga ingin agar umat lintas agama diberi kesempatan yang sama untuk mengucapkan selamat jalan untuknya. (Baca: Ribuan Orang Salatkan Jenazah Muhammad Ali)
Ibadah berdurasi 30 menit itu dipimpin oleh seorang ustadz yang cukup populer di AS asal California, Imam Zaid Shakir.
Selain muslim dari berbagai negara, turut beribadah secara khusyuk juga di sana adalah umat non-muslim yang ingin ikut mendoakan Ali.
Karena terbuka untuk umat lintas agama, ayat-ayat Alquran dibacakan juga dalam terjemahan Bahasa Inggris. (Baca: Para Tokoh Dunia Hadiri Pemakaman Muhammad Ali)
"Itu membuat ibadah ini sangat menarik bagi saya. Saya seorang Nasrani dan dalam ibadah ini saya bisa paham apa isi doa untuk Ali dan mengamininya," kata seorang umat, Suellen Brill. (WLKY News/Courier-Mail)