Lampu Merah Padam, Pengendara Bingung

Bahaya kalau ini tidak diperbaiki. Waktu ada lampu merah saja terkadang masih ada pengendara yang melanggar.

Lampu Merah Padam, Pengendara Bingung
TRIBUN PONTIANAK/HAMDAN DARSANI
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Lampu merah atau traffic light di beberapa lokasi persimpangan strategis Kota Sintang tidak berfungsi atau mati total. Kondisi ini membuat para pengendara bingung saat berkendara.

Pantauan Tribunpontianak.co.id, beberapa titik lampu merah tersebut di antaranya di persimpangan antara Jalan dr Wahidin Sudirohusodo dan Jalan YC Oevang Oeray (dekat Kantor Desa Baning Kota) serta persimpangan antara Jalan Lingar Hutan Wisata dan Alambhana Wanawwai.

Terkait kondisi tidak berfungsinya lampu lalu lintas, masyarakat Sintang berharap dinas terkait segera memperbaiki.

"Bahaya kalau ini tidak diperbaiki. Waktu ada lampu merah saja terkadang masih ada pengendara yang melanggar. Apalagi tidak ada lampu lalu lintas," ungkap pengendara, Wira (27) kepada Tribunpontianak.co.id di Jalan YC Oerang, Sintang, Kamis (2/6/2016) siang.

Diakui Wira, saat melewati jalan saat kondisi ramai kendaraan tentu membuat masing-masing pengendara bingung.

"Bingung mau maju melanjutkan perjalanan atau berhenti menunggu kendaraan lain lewat. Terkadang nunggu sama nunggu, sekali pas mau maju malah sama-sama maju. Saya harap diperbaiki lah, karena rawan kecelakaan," tandasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Kadis Hubkominfo) Kabupaten Sintang, Hatta mengatakan matinya traffic light disebabkan oleh ketidaktersediaannya suplai listrik PLN.

"Ini merupakan persoalan dilematis. Hanya kendala kita selama ini kan listrik tau sendiri lah. Turun-naik, turun-naik. Tidak stabil suplainya," ungkapnya saat diwawancarai.

Diakui Hatta, sebenarnya kondisi perangkat dan peralatan traffic light yang berada di dua lokasi tersebut terbilang dalam kondisi bagus, termasuk di beberapa titik lokasi lainnya seperti di Simpang Lima (Tugu Adipura) dan Simpang Polres Sintang (Jalan PKP Mujahidin-Bhayangkara)

"Sebenarnya sudah bagus. Cuma karena listrik biarpet saja. Peralatan itu kan sensitif," terangnya.

Apabila kondisi listrik terus seperti itu, bukan tidak mungkin lampu lalu lintas akan rusak.

Perbaikan dan penggantian suku cadang memerlukan biaya mahal dan bukan perkara gampang. Sebab, pihaknya harus memanggil tenaga teknisi dari Pontianak.

"Semoga beberapa titik yang kami lihat belum berfungsi dalam waktu dekat ini diproses untuk perbaikan," janjinya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved