Warga Kubu Raya: Bagai Mimpi Dapat Pelayanan Listrik Tanpa Ada Byarpet
Kondisi listrik yang di daerah Kabupaten Kubu Raya, sering sekali terjadi pemadaman.
Penulis: Madrosid | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Tokoh Masyarakat Kubu Raya, Edi Suhairul mengatakan kondisi listrik yang di daerah Kabupaten Kubu Raya, sering sekali terjadi pemadaman.
"Daerah kita ini sering sekali terjadi pemadaman, yang entah apa permasalahanya, apa kerusakan mesin, atau bahan bakarnya yang tidak siap. Saya rasa jika ada kemungkinan impor listrik dari negara tetangga Malaysia, kami tentu sangat mendukung," kata Suhairul.
Menurutnya selama itu benar dan tidak membebani masyarakat, tentu sangat baik sekali. Sebab selama ini, masyarakat di kabupaten kubu raya ini, sudah terlalu sering mendapatkan permasalahan listrik. Dari adanya listrik yang tidak stabil, byar pet, sehingga menghambat aktifitas, apalagi di bidang usaha industri rumah tangga saja.
"Jika sering terjadi pemadaman tentu akan menganggu dan membuat peralatan elektronik gampang rusak. Hal ini tentu saja menambah beban bagi kita. Jika dengan kehadiran listik impor dari malasyia akan memberikan listrik tanpa pemadaman kenapa tidak. Tentu kita sangat menerima sekali, dengan jaminan tidak ada byarpet lagi," ungkapnya.
Suhairul memastikan masyarakat tentu tidak akan keberatan jika memang ada jaminan pelayanan dan tidak byarpet, karena kerugian dari pemadaman listrik ini, jika dikalkulasi mungkin lebih mahal dibanding tambahan biaya nanti.
"Tapi tentu harus diatur dengan regulasi aturan yang baik dan benar agar tidak memunculkan masalah kedepannya," tukas Edi.
Sementara itu Warga Teluk Lerang, Saiful Anam mengatakan bagai mimpi saja untuk mendapatkan pelayanan listrik tanpa pemadaman di daerahnya. Sebagai daerah yang cukup terisolasi. lampu penerangan dan sumber listrik sangat dibutuhkan.
"Kalau memang ada cara supaya listrik ini tidak ada pemadaman, tentu kita sangat setuju sekai. Kita sudah sangat bosan dengan kondisi listrik selama ini yang selalu saja diwarnai pemadaman dan gangguan lainnya," kata Anam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tiang-listrik-patah_20160420_162241.jpg)