Insentif Dokter Status Kontrak di RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau Tak Lagi Dibayar Pemda

"Belum lagi untuk dokter umum, ada 5 orang dokter umum yang harus mereka tanggung melalui BLUD untuk insentifnya," ucapnya.

|
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUN PONTIANAK/SAHIRUL HAKIM
INSENTIF DOKTER - Rumah Sakit Umum Daerah Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Senin 6 April 2026. Dimana rumah sakit tidak lagi membayar Insentif dokter spesialis dan umum, berstatus tenaga kontrak, dari anggaran pemerintah daerah. 
Ringkasan Berita:
  • Saat ini rumah sakit pemerintah daerah Kabupaten Kapuas Hulu itu, hanya membayar dari anggaran pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
  • Direktur RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau, Paulus Miki, menyampaikan saat ini ada 38 pegawai rumah sakit yang ditanggung melalui BLUD. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Diponegoro Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, tidak lagi membayar insentif dokter spesialis dan umum, berstatus tenaga kontrak, dari anggaran pemerintah daerah.

Saat ini rumah sakit pemerintah daerah Kabupaten Kapuas Hulu itu, hanya membayar dari anggaran pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Direktur RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau, Paulus Miki, menyampaikan saat ini ada 38 pegawai rumah sakit yang ditanggung melalui BLUD. 

"Jadi tidak ditanggung semua insentif dokter oleh pemerintah daerah," ujarnya kepada Tribun Pontianak, 6 April 2026.

Tentunya jelas Miki, ini menjadi beban bagi rumah sakit. 

4 Ikon Wisata Kapuas Hulu Kalimantan Barat yang Mendunia, Surga Tersembunyi di Ujung Borneo

"Belum lagi untuk dokter umum, ada 5 orang dokter umum yang harus mereka tanggung melalui BLUD untuk insentifnya," ucapnya.

Miki juga menjelaskan, kurang lebih Rp 3 miliar, pihaknya harus menanggung insentif untuk dokter umum maupun dokter spesialis dalam setahun. 

"Ini sangat berat bagi kami," ujarnya.

Dengan beban berat seperti ini kata Miki, bagaimana pihaknya menambah dokter spesialis mata maupun saraf. 

"Ini pun kalau ada dokter spesialisnya, karena mencari dokter spesialis saat ini sangat susah," ungkapnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved