Liputan Khusus
Trayek Opelet Mulai Hilang
Soal perizinan trayek dia tidak mengetahui secara pasti bagaimana kepengurusannya. Dia hanya masuk ke dalam CV tersebut.
TRIBUNPONTIANAK,CO.ID, PONTIANAK - Dulunya opelet yang dimilikinya menempuh trayek Merdeka-Sungai Jawi, Jeruju-Kapuas, Sungai Raya-Kapuas, Kapuas-Kota Baru, tapi tidak bertahan lama, berangsur trayek-trayek tersebut hilang.
"Jurusan Sungai Raya pun ada tapi tidak lama. Waktu itu ada jurusan Sungai Raya-Kota Baru yang berangsur sepi penumpang dan akhirnya 4 tahun yang lalu kalau tidak salah saya memutuskan pensiun dari dunia angkot, semua opelet saya jual," paparnya.
Soal perizinan trayek dia tidak mengetahui secara pasti bagaimana kepengurusannya. Dia hanya masuk ke dalam CV tersebut.
"Saya kan masuk ke dalam CV, soal pengurusan semuanya diurus dari sana. Izin semua dari CV, namanya CV Sinar Jaya atau CV Sinar Harapan kalau tidak salah. Selain itu sudah tidak ada semangat lagi untuk mengurus atau melanjutkan usaha ini akhirnya saya pensiun dari dunia angkot, usia juga sudah tidak mendukung," Kunsen bercerita.
Usahanya pun sekarang, hanya cukup untuk dirinya beserta istri untuk menyambung hidup. "Sekarang usaha ada 50 tabung lah, untuk jual ecer, sekalian tunggu toko. Sekarang hanya berusaha berdua saja makan sikit ada orang makan ya layani. Orang beli tabung ya layani tidak ada yang sudah, intinya bersyukur lah masih bisa menyambung hidup," ucapnya.
Selain itu Kunsen mengatakan bahwa ruko tersebut bukanlah miliknya melainkan milik kerabatnya. Dia hanya menumpang, sembari menjaga ruko tersebut supaya tidak kosong.
"Ruko sewaan, punya kerabat juga, untuk bayar sewa ya penghasilan jualan sedikit ini lah kita kasih. Rumah ada dulu udah dijual, ada hasil berapa kasi-kasi lah dikit, yang penting ada tempat untuk berteduh," ungkapnya.
Untuk modalnya dulu membuka usaha angkot, dia tidak bisa memperkirakannya secara pasti karena Kunsen sendiri sudah lupa. "Dulu murah satu angkot Rp 3 hingga Rp 4 juta. Modal dan penghasilan tidak bisa perkirakan lah, berapa," pungkasnya.
Di tempat yang tidak begitu jauh, masih di Jl Sisingamangaraja, Ahau, yang dulunya adalah satu diantara pengelola usaha angkutan umum sedikit saja berbincang dengan Tribunpontianak.co.id, karena dirinya enggan memberi keterangan lebih banyak.
Dia mengatakan bahwa dulunya dia mengelola kurang lebih puluhan armada angkutan kota yang sekarang sudah tidak aktif lagi, meskipun dia mengatakan bukan miliknya tetapi milik kakaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sopir-opelet-4_20160421_171633.jpg)