Liputan Khusus
Sepi Penumpang, Pengusaha Jual Opelet Kiloan
Sepinya penumpang juga dikeluhkan sejumlah sopir.
TRIBUNPONTIANAK,CO.ID, PONTIANAK - Sejak beberapa tahun terakhir opelet, sebutan angkutan kota di Kota Pontianak mulai sepi penumpang. Dampaknya, sejumlah pengusaha angkot gulung tikar.
Kondisi bisnis angkot di Pontianak kini seperti hidup segan mati tak mau. Di antaranya bahkan menjual dengan cara kiloan bodi atau mesin opelet ke barang loak atau barang bekas di tempat penampungan besi tua.
Kondisi sepinya penumpang tentu saja menjadi sangat sulit bagi pengusaha. Usaha angkutan kota (angkot) tersebut tidaklah lagi menguntungkan sehingga jalan satu-satunya adalah dengan menjual angkot tersebut, baik secara jual langsung untuk digunakan lagi, maupun dipreteli dan dijual kilo sebagai barang bekas atau besi tua.
Satu di antara pengusaha tersebut adalah Kunsen (64). Dulunya ia adalah pengusaha moda transportasi angkot ini.
"Karena kurang menghasilkan, angkot itu saya jual bahkan ada yang timbang kilo. Sebab, ban hilang kemudian mesin yang rusak parah. Onderdil hilang, mesin tidak hidup," paparnya kepada Tribun saat ditemui di kediamannya, Jl Sisingamangaraja, Pontianak, Kamis (14/4/2016) siang lalu.
Sepinya penumpang juga dikeluhkan sejumlah sopir. Hartadin (54), sopir opelet jurusan Kota Baru-Kampung Bali yang sedang mangkal di Jl Sisingamangaraja mengatakan sudah sejak lama penumpang opelet itu sepi.
"Pemilik opelet yang sudah dapat kerjaan lain memilih menjual angkot tua dengan cara jual kilo di pengepul besi bekas. Harganya lumayan ada yang laku Rp 3 juta hingga Rp 4 juta," kata Hartadin (54) seraya menambahkan, rata-rata pemilik opelet juga sebagai sopirnya.
Penuturan Hartadin dibenarkan teman seprofesinya, Abdul Muim (54) dan Supardi (63). "Sekarang angkot ini rata-rata udah punya sendiri tidak seperti dulu lagi. Jadi ya mereka yang udah malas dan ada kerjaan lain yang dijual ke pengepul besi loak," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sopir-opelet-1_20160421_165606.jpg)