Petani di Desa Mekar Pelita Sulit Jual Hasil Panen

Sejumlah petani yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Mekar Pelita Kecamatan Sayan mengaku, masih kesulitan.

Penulis: Zulkifli | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ZULKIFLI
Seorang petani saat berada di lahan sawah di desa Mekar Pelita Kecamatan Sayan. wialyah ini berpotensi menjadi penghasil padi jika petani dapat diberikan pelatihan untuk mengelola sawah dengan baik. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI- Sejumlah petani yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Mekar Pelita Kecamatan Sayan mengaku, masih kesulitan, untuk memasarkan hasil panen padi mereka. Padahal wilayah mereka termasuk potensial penghasil padi.

Darmanto satu di antara petani di Desa Mekar Pelita mengatakan pada tahun lalu saja, ia bersama kelompok tani binaanya, berhasil melakukan panen sebanyak tiga kali dalam kurun setahun. Lahan yang mereka kelola seluas 10 hektare.

Pada panen pertama, padi yang dihasilkan, mencapai 6,9 ton, panen kedua mencapai, 4,8 ton, dan panen ke tiga mncapai 5,3 ton.

"Itu pada2015 lalu untuk padi siap giling," kata Ketua Kelompok Tani Ijo Padi ini ditemui di Nanga Pinoh, Rabu (6/4/2016).

Demikia lanjutnya pada awal 2016 ini, panen pertama sawah mereka cukup berhasil, yakni sebanyak 6,1 ton. Padi tersebut dijual dengan harga kisaran Rp 5 ribu per Kg.

"Hanya memang kendala kita, adalah pasaran yang masih minim. Tidak semua pembeli bisa mengambil secara banyak," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved