Sinarmas Berkomitmen Lindungi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi

Tujuan akhirnya agar bisa menjalankan opersional hutan tanaman industri dengan prinsip berkelanjutan

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Koordinator Tim Ahli ISFMP Ekologika Consultant Neville J Kemp saat memaparkan materi diseminasi kerangka kerja Integrated Sustainable Forest Management Plan (ISFMP) Landskap Kalbar di Hotel Mercure, Jl Jenderal Ahmad Yani Pontianak, Kamis (31/3/2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sinarmas Forestry Kalbar menggelar lokakarya diseminasi kerangka kerja Integrated Sustainable Forest Management Plan (ISFMP) Landskap Kalbar di Hotel Mercure, Jl Jenderal Ahmad Yani Pontianak, Kamis (31/3/2016).

Regional Head Kalbar Sinarmas Forestry, Siswantoro menuturkan, kegitan hari ini ialah diseminasi atau penyebarluasan hasil kerja tim pokja yang sudah bekerja selama beberapa bulan dalam menyusun ISFMP untuk Sinarmas Forestry di region Kalbar dan juga partner.

Di Kalbar terdapat empat perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) Sinarmas Forestry dan mintra yang menjadi pemasok Asia Pulp and Paper (APP) yaitu PT Finnantara Intiga, PT Kalimantan Subur Permai, PT Daya Tani Kalbar dan PT Asia Tani Persada.

"Sejak Februari 2013 kita berkomitmen terhadap Forest Conservation Policy (FCP) untuk melindungi kawasan bernilai konservasi tinggi, mengandung kandungan karbon tinggi, penyelesaian konflik dan pengelolaan areal gambut," ucapnya.

Diseminasi ini merupakan salah satu tahapan yang dijalankan dan pada akhirnya akan menyusun ISFMP yang tertuang dalam suatu buku dengan melibatkan berbagai stakeholder dan diimplementasi dalam operasional perusahaan.

"Tujuan akhirnya agar bisa menjalankan opersional hutan tanaman industri dengan prinsip berkelanjutan dari sisi produksi, lingkungan dan juga sosial," jelasnya.

Planning Division Sinarmas Forestry, Iwan Setiawan mengatakan, langkah ini adalah tuntutan karena perusahaan tidak hanya mengikuti aturan di Indonesia, tetapi juga global karena produksi perusahaan juga sampai ke pasar global.

"Dimana HCV dan HCS harus dilindungi, ini adalah tuntutan secara global yang kita tidak bisa bersembunyi. Ketika kita bermain global maka tidak cukup hanya mengikuti aturan yang ada di Indonesia," terangnya.

Ia berharap dengan dilakukannya ISFMP, produk perusahaan dapat diterima oleh pasar. "Kita juga ingin bertanggung jawab terhadap apa yang sudah di amanatkan oleh negara," imbuhnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved