Sembahyang Kubur untuk Hormati Arwah Leluhur
Leluhur Joni dikuburkan di pemakaman daerah Parit Baru. Dirinya melakukan sembahyang kubur bersama keluarganya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Sembahyang kubur bagi masyarakat Tionghoa merupakan tradisi untuk menghormati leluhurnya. Dalam setahun ada dua kali, ritual sembahyang kubur. Berlangsung selama dua pekan, tahun ini dimulai dari tanggal 20 Maret sampai 4 April.
Sembahyang kubu disebut cheng beng dalam bahas Tionghoa. Dalam penanggalan Tionghoa, untuk pertama itu masuk sekitar bulan 2 dan 3. Sementara untuk yang kedua pada bulan 7 yang disebut wangkang yaitu pembakaran kapal dari kertas. Kedua sembahyang kubur itu, semuanya dilaksanakan dengan membakar uang kertas untuk leluhur.
Pelaksanaan sembahyang kubur ini, menjadi hal wajib bagi umat Tionghoa. Dari manapun, keberadaan seseorang, jika sudah sampai pada waktunya sembahyang kubur pasti akan datang, dari luar negeri sekalipun.
Tak pelak pada masa sembahyang kubur, penerbangan di bandara meningkat drastis. "Kalau saya, sembahyang kubur di sini saja dekat rumah," ujar Joni (40) warga Parit Baru.
Leluhur Joni dikuburkan di pemakaman daerah Parit Baru. Dirinya melakukan sembahyang kubur bersama keluarganya. "Kemarin saya sudah lakukan sembahyang kubur bersama istri. Pagi sekali kami melakukannya," katanya.
Bagi Joni sembahyang kubur sangat penting sekali. Dalam rangka menghormati arwah leluhurnya. Makanya, dimanpun lokasi penguburan leluhur itu, akan didatangi oleh setiap keluarga.
"Dengan sembahyang kubur, kita bisa mengenang leluhur kita. Jadi penting sekali, apalagi sebagai upaya untuk memberikan sesuatu dari dunia yang masih hidup ke keluarga yang sudah meninggal," ungkapnya.
Dalam pelaksanaan sembahyang kubur, setiap anggota keluarga harus menyiapkan seluruh perlatan. Dari uang, jam tangan, dompet, ikat pinggang dan barang yang biasa dibutuhkan layaknya setiap orang semasa hidup. Namun, uniknya seluruh perlengkapan itu berbahan material dari kertas.
"Perlengkapan itu semuanya harus lengkap dalam pelaksanaan sembahyang kubur. Biasanya budgetnya mencapai paling tinggi Rp 3 juta. Agar bisa sampai ke mendiang leluhur, semua perlengkapan itu dibakar. Hal itu untuk menghormati leluhur," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kuburan-pemakaman-tionghoa_20160331_000737.jpg)