Mantan Direktur RSUD Sambas Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 540 juta subsider 2 tahun 6 bulan penjara.

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Arief
Net
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Proses kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan yang didakwakan kepada INN, mantan Direktur RSUD Sambas, telah dilaksanakan penuntutan pada Kamis (17/3/2016).

Sidang yang digelar di pengadilan Tipikor di Pontianak tersebut mengagendakan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kepala Kejaksaan Negri Sambas Muhammad Kandi melalui Kasi Intel Kejari Sambas, Pramono Budi Santoso mengatakan, INN dituntut dengan pidana kurungan 4 tahun 6 bulan, denda Rp 50 juta subsider enam bulan penjara.

Terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 540 juta subsider 2 tahun 6 bulan penjara.

"INN didakwa atas dugaan penyelewengan wewenang sebagai PPK untuk memenangkan CV Indra Pratama sebagai pihak yang akan melakukan pengadan alat kedokteran dan kesehatan di RSUD Sambas pada tahun 2011 silam," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (22/3/2016).

Kata Pramono, dari laporan hasil audit laporan keuangan dari BPKP Provinsi Kalbar total kerugian negara dari program pengadaan alat kedokteran dan kesehatan tersebut berjumlah Rp 5.443.726.885,00.

"Dalam persidangan INN mengaku telah mengaku menerima uang sebesar Rp 540 juta dari CV Indra Pratama. Sehingga INN dituntut mengganti uang sebesar Rp 540 juta tersebut subsider 2 tahun 6 bulan penjara," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved