Cornelis Ingatkan Polisi Jaga Mentalitas
Angota Polisi harus bermental kuat, mental yang tanggap tangguh dan trengginas, jika ragu-ragu sebelum bertugas, selesaikan ikatan dinas.
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis mengingatkan para Brigadir Remaja Polri yang baru dilantik yang bertugas di wilayah Polda Kalbar agar menjaga mentalitasnya sehingga bisa menjadi polisi yang baik dan melayani masyarakat dengan baik.
Hal tersebut disampaikan Cornelis saat memberikan pembekalan Brigadir remaja Polda Kalbar, Diktuk Tahun Anggaran 2016. Hadir juga DAD Kalbar, MABM Kalbar, MABT Kalbar, dan Anggota DPD RI Oesman Sapta Odang, di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Jumat (18/3/2016).
Cornelis menyatakan sebagai aparat keamanan yang bertugas melindungi dan mengayomi masyarakat dan memberi rasa aman dan nyaman dalam kehidupan masyarakat, hendaknya anggota Polri dalam menggunakan kekuasaannya harus berhati-hati.
"Jangan menjadi mentalitet penerabas, jadilah polisi yang baik mampu mengayomi kepentingan masyarakat, jangan manja," ujarnya dihadapan sebanyak 407 Brigadir Polri tersebut.
Gubernur mengingatkan kembali bahwa, Kalbar adalah berbatasan dengan Malaysia dimana daerahnya merupaka daerah senja, tempat konsolidadi rencana kejahatan, seperti terorisme, peredaran narkoba, dan perdagangan orang.
"Apalagi Kalbar berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan. Maka diharapkan peran aktif aparat keamanan, agar sampai ke desa-desa dalam member rasa aman kepada masyarakat, serta membantu masyarakat agar tidak terpengaruh ekstrim kiri dan kanan yang bisa merusak ideologi Pancasila," jelasnya.
Begitu juga kata Cornelis, angota Polisi harus bermental kuat, mental yang tanggap tangguh dan trengginas, jika ragu-ragu sebelum bertugas, selesaikan ikatan dinas dan mengundurkan diri, jangan manja jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang membahayakan diri dan orang lain.
"Anggota Polri dalam bertugas juga harus mengerti dan memahami ada istiadat dan budaya masyarakat ditempat bertugas. Sehingga tidak terjadi benturan-benturan sosial yang membuat antipasti masyarakat terhadap anggota Polri," tutur Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) itu.
Direktur Sabhara Polda Kalbar, Kombes Pol Pulung Rohmadianto menyatakan, sesuai perintah Kapolri bahwa, Kepolisian RI telah menerapkan program prioritas "Satu Polisi untuk Satu Desa" Agar bersinergi dengan salah satu program Presiden Joko Widodo.
"Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara sesatuan," ujar Pulung.
Pulung juga menjelaskan polisi yang akan melaksanakan tugas tersebut adalah Bhabinkamtibmas, dimana salah satu tugasnya adalah melakukan pembinaan keamanan dan ketertiban di tingkat desa, bekerja sama dengan Bintara Pembina Desa,Satpol PP, Lintas Masyarakat, maupun para mantan Pertahanan Sipil, sebagai potensi masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/gubernur-kalbar-cornelis-mh-saat_20160319_102731.jpg)