Gerhana Matahari Total
Masyarakat Semakin Cerdas Sikapi Fenomena Gerhana Matahari
Penjelasan tentang gerhana matahari saat ini sudah bisa didapat masyarakat baik dari media cetak, elektronik, ataupun internet.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berkembangnya berbagai mitos di masyarakat mengenai gerhana matahari, dahulunya membuat warga enggan untuk keluar rumah. Mereka juga enggan menyaksikan gerhana matahari, yang merupakan fenomena astronomi.
Wakil Wali Kota Pontianak, Edy Rusdi Kamtono, mengatakan, mengatakan mitos ini akibat dari ketidakpahaman masyarakat. Menurutnya sekarang ini masyarakat lebih cerdas dalam menyikapi fenomena astronomi ini.
Penjelasan tentang gerhana matahari saat ini sudah bisa didapat masyarakat baik dari media cetak, elektronik, ataupun internet.
"Ini merupakan fenomena astronomi biasa yang mungkin saja akan terjadi, masyarakat memang harus tahu tentang fenomena tersebut," katanya saat ditemui wartawan usai salat kusuf di Masjid Mujahidin, Pontianak, Rabu (9/3/2016).
Khatib salat kusuf, sekaligus Ketua Dewan Syariah Masjid Mujahidin Pontianak, Harjani Hefni, mengatakan, mitos-mitos yang beredar di masyarakat tentang gerhana matahari sebenarnya telah ada sejak zaman jahiliyah.
"Dulu anak Nabi Muhammad SAW meninggal dunia, lalu terjadilah gerhana matahari. Setelah kejadian tersebut Rasullullah berkhutbah menyatakan bahwa ini bukanlah karena kehidupan atau kematian seseorang, tetapi karena kekuasaan dan kehendak dari Allah SWT," katanya.
Foto-foto keindahan gerhana matahari yang terjadi hari ini bisa dilihat di halaman cetak Tribun Pontianak, Kamis (10/3/2016).