Gerhana Matahari Total
Sky Rover, Si Pengintip Gerhana dengan Ukuran Kecil tapi Miliki Kemampuan Super
"Alat ini bagus, kelihatannya memang kecil, tapi kemampuan dan fungsinya luar biasa," ujar Staff Teknis BPAA-LAPAN Pontianak, Hadi Rasidi.
Penulis: Ishak | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ukuran boleh kecil, tapi kemampuannya super. Kalimat ini mungkin cukup mewakili Sky Rover, si "pengintip" gerhana.
Teropong ini jadi andalan Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (BPAA-LAPAN) Pontianak dalam mengamati pergerakan gerhana matahari sebagian yang diperkirakan terjadi besok, Rabu (9/3/2016) pagi.
"Alat ini bagus, kelihatannya memang kecil, tapi kemampuan dan fungsinya luar biasa," ujar Staff Teknis BPAA-LAPAN Pontianak, Hadi Rasidi.
Teropong tipe Sky Rover, yang jadi andalan BPAA-LAPAN Pontianak untuk pengamatan ini, memiliki dimensi kurang dari 30 centimeter,diameter terbesarnya pun tak sampai 15 centimeter, namum dapat menangkap penginderaan visualisasi matahari secara sempurna.
Dari teropong ini, visualisasi pergerakan gerhana akan diteruskan, melalui kamera video, ke layar yang telah dipasang pada bagian depan tenda tamu dan undangan, yang telah disiapkan BPAA-LAPAN Pontianak.
Sky Rover ini bermerk Ioptron merupakan hasil produksi Jerman. Keistemewaannya di antaranya kita bisa memilih objek yang hendak diobservasi, cukup melalui penyesuain pada settingan tracking teropong.
"Yang harus diperhatikan adalah titik koordinat, pisosi kita berdiri," ujar Hadi.
Pada prosesnya, dalam pengamatan gerhana matahari besok, titik koordinat dimana kita herdiri, diinputkan sesuai nilai yang ada di Global Positioning System (GPS). Setelah itu baru di setting sudut elevasi south (Selatan) dan east (timur)nya, dimana (sudut selatan dan timur) matahari terbit.
Selain itu, kualitas gambar yang dihasilkan, dapat disesuaikan dengan penggunaan filter yang diinginlan "tergantung filter teropong yang dimiliki. (Filter bisa d ganti sesuai kebutuhan)," jelas Hadi Rasidi.
Namun, filter ini hanya digunakan hanya pada pengamatan gerhana matahari, sedangkan pengamatan Ke arah (gerhana) bulan tidak menggunakan filter.