Gerhana Matahari Total
Ketua PHRI : Kalbar Belum Maksimal Garap Gerhana Matahari Total
Gerhana matahari total merupakan daya tarik yang luar biasa dimana merupakan kejadian langka yang tak terjadi di semua provinsi.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK,CO.ID, PONTIANAK - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat, Yuliardi Qamal mengatakan momentum gerhana matahari total yang akan terjadi di beberapa daerah di Kalbar belum digarap secara maksimal oleh pihak terkait sehingga belum berdampak pada dunia perhotelan, restoran dan makanan.
Padahal gerhana matahari total merupakan daya tarik yang luar biasa dimana merupakan kejadian langka yang tak terjadi di semua provinsi.
Yuliardi mengatakan fenomena alam gerhana matahari total merupakan peristiwa yang paling mengesankan di bumi pada 9 Maret 2016 mendatang. Di Indonesia, fenomena langka yang akan berlangsung sekitar dua menit ini akan melintasi 11 provinsi yakni Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.
Peristiwa yang pernah terjadi pada 32 tahun lalu, yakni tahun 1983 dan diperkirakan akan kembali terjadi pada tahun 2046 ini kata Yuliardi belum memberikan dampak apa-apa.
"Harusnya peristiwa langka ini di saksikan banyak wisatawan. Di promosikan jauh hari. Memang di daerah kita tidak lama hanya berapa menit tetapi bisa di maksimalkan dengan berbagai rangkaian lainnya. Berbeda dengan provinsi lainnya yang sangat gesit mempromosikannya," ujarnya.