Polisi Bunuh Anak Kandung
Ustaz Ali Masih Terkenang Dua Bocah Korban Mutilasi
10-15 menitlah ngobrol. Sebelumnya belum tahu kalau kasus. Setelah ada anggota barulah tahu saya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Hampir sepekan kasus pembunuhan dan mutilasi anak di Melawi berlalu. Namun kasus yang menggegerkan masyarakat Melawi ini masih lekat didalam ingatan.
Terlebih bagi warga sekaligus tetangga tersangka pelaku di Asrama Polres Melawi Gg Darul Falah Desa Paal, Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.
Ustaz Ali Murtadho, tengah khusyuk mengaji, di Surau Darul Falah ketika Tribunpontianak.co.id menghampirinya, Rabu (2/3/2016) siang. Ustaz Ali baru saja menunaikan salat dzuhur.
Sang ustaz memang biasa mejadi imam di surau tersebut. Dia juga mengajar mengaji beberapa anak di Gg Darul Falah, lokasi Asrama Polres Melawi berada.
Belakangan ia memang ramai dijumpai wartawan, termasuk kepolisian. Sebab, Ustaz Ali sempat ngobrol dengan Brigadir Petrus Bakus, beberapa saat setelah pembunuhan terjadi.
"10-15 menitlah ngobrol. Sebelumnya belum tahu kalau kasus. Setelah ada anggota barulah tahu saya," katanya,
Ustadz Ali mengaku pasca kejadian, ia termasuk beberapa tetangga masih sulit untuk tidur. Seakan masih teringat peristiwa tersebut, apalagi kedua korban yang masih kecil.
"Satu gang ini ngakunya sama, sulit tidur," kata Ustaz Ali.
Ia mengatakan, pada dasarnya dia dan warga setempat bukannya takut. Tapi masih terkenang pada dua korban yang masih kecil. Apalagi warga juga melihat foto korban beredar.
"Dikatakan takut tidak juga. Tapi karena memang biasanya memang melihat korban itu main semasa masih hidup. Bahkan (keduanya) sering bermain di rumah saya sampai sore, sama anak saya. Kadang masih ada sepedanya," ujarnya.
Ia berdoa agar keluarga yang ditinggal dapat diberikan kesabaran dan mendoakan agar kedua almarhum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sejumlah-aparat-kepolisian_20160226_205617.jpg)