Ritual Ngudas Awali Cetak Sawah di Bonti
Dengan harapan sawah yang ada di dusun Jamu ini dapat menghasilkan beras yang banyak. Artinya bisa jadi dusun yang maju
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Dusun (Kadus) Jamu, Desa Bantai, Kecamatan Bonti, Akoisius Sakom bersyukur dengan adanya program nasional cetak sawah, termasuk di dusunya.
“Masyarakat Jamu mengucap syukur dengan cetak sawah ini, kita harap masyarakat jamu mendukung penuh. Contohnya, apabila pembuatan jalan menuju lokasi cetak sawah terkena lahan masyarakat mohon diikhlaskan, ” kata Sakom.
Hal itu disampaikannya dalam sambutanya di acara Ngudas (izin membuka lahan kepada leluhur) di Dusun Jamu, Desa Bantai, Kecamatan Bonti, yang dihadiri Kadistankanak Sanggau, John Hendri, Camat Bonti, dan unsur Muspika Kecamatan lainya, Selasa (1/3/2016) sore.
Dia mengatakan, jika ada hal yang menghalangi maka program cetak sawah di Dusun Jamu ini tidak akan berhasil dengan baik. “Dengan harapan sawah yang ada di dusun Jamu ini dapat menghasilkan beras yang banyak. Artinya bisa jadi dusun yang maju, ” katanya.
Dukun kampung yang memotori ritual ngudas, Sigin menyampaikan, ritual ngudas tanah tersebut untuk meminta izin atau memberi tahu kepada leluhur bahwa warga akan berkerja.
“Untuk keselamatan bagi yang berkerja dan kampung, memang sudah tradisi kalau kita mau bongkar hutan harus izin sama yang kuasa, begitulah istilahnya, ” katanya, usai melakukan pomang (baca) ritual adat Ngudas tanah.
Ia mengatakan, kearifan lokal tradisi ngudas tanah memang ada sejak zaman nenek moyang, turun temurun hingga sekarang dan masih tetap dilaksanakan.
Kepala Distankanak Sanggau, John Hendri menyampaikan, program cetak sawah ini berkerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“TNI yang akan mendampingi program ini, artinya sudah mitra kita, dalam rangka menuju ketahanan pangan, ” katanya.
Pada bulan Juni mendatang, lanjut Hendri, pengerjan cetak sawah ini harus sudah selesai semuanya dan tahun ini juga harus ditanam juga padi.
“Kita akan diberikan benih, pupuk. yang mengerjakanya TNI, keseharaian bapak ibu nantinya akan lihat baju loreng di lokasi sawah itu. seberapa luas tanah petani yang di cetak untuk sawah sebesar itulah hasilnya, artinya murni untuk petani semuanya, ” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ngudas-di-bonti_20160302_175525.jpg)