Polisi Bunuh Anak Kandung

Dugaan Perselingkuhan di Balik Kasus Brigadir Petrus

Untuk mengungkap seluruh kejadian ini, seluruh alat bukti sudah diperoleh dan diperiksa dan sudah dilakukan autopsi

Penulis: Nasaruddin | Editor: Arief
Dugaan Perselingkuhan di Balik Kasus Brigadir Petrus - rilis-mutilasi-1_20160229_212226.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah alat bukti ditampilkan melalui layar proyektor saat press rilis di Mapolda Kalimantan Barat, Senin (29/2/2016) siang. Kapolda Kalbar Brigjend Pol Arief Sulistyanto, mengatakan ada dugaan masalah rumah tangga antara Petrus dan istrinya sebelum peristiwa berdarah di Kabupaten Melawi tersebut.
Dugaan Perselingkuhan di Balik Kasus Brigadir Petrus - rilis-mutilasi-2_20160229_212222.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kapolda Kalbar Brigjend Pol Arief Sulistyanto menyampaikan keterangan pressnya di Mapolda Kalimantan Barat, Senin (29/2/2016) siang. Ia mengatakan ada dugaan masalah rumah tangga antara Petrus dan istrinya sebelum peristiwa berdarah di Kabupaten Melawi tersebut.
Dugaan Perselingkuhan di Balik Kasus Brigadir Petrus - rilis-mutilasi-3_20160229_211514.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Biodata Brigadir Petrus yang ditampilkan saat press rilis di Mapolda Kalimantan Barat, Senin (29/2/2016) siang. Kapolda Kalbar Brigjend Pol Arief Sulistyanto, mengatakan ada dugaan masalah rumah tangga antara Petrus dan istrinya sebelum peristiwa berdarah di Kabupaten Melawi tersebut.
Dugaan Perselingkuhan di Balik Kasus Brigadir Petrus - rilis-mutilasi-5_20160229_212429.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kapolda Kalbar Brigjend Pol Arief Sulistyanto menyampaikan keterangan pressnya di Mapolda Kalimantan Barat, Senin (29/2/2016) siang. Ia mengatakan ada dugaan masalah rumah tangga antara Petrus dan istrinya sebelum peristiwa berdarah di Kabupaten Melawi tersebut.
Dugaan Perselingkuhan di Balik Kasus Brigadir Petrus - rilis-mutilasi-4_20160229_212531.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Tumpukan kayu yang diduga akan digunakan Petrus untuk membakar anak, istri serta dirinya di dekat rumah dinasnya ditampilkan saat press rilis di Mapolda Kalimantan Barat, Senin (29/2/2016) siang. Kapolda Kalbar Brigjend Pol Arief Sulistyanto, mengatakan ada dugaan masalah rumah tangga antara Petrus dan istrinya sebelum peristiwa berdarah di Kabupaten Melawi tersebut.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak/Nasaruddin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kapolda Kalbar, Brigjen Arief Sulistyanto mengatakan, langkah penyidikan yang sudah dilakukan terkait kasus mutilasi oleh anggotanya di antaranya melakukan olah TKP, melakukan autopsi, menyita barang bukti dan memeriksa barang bukti.

Selain itu, pihaknya juga melakukan tes urine terhadap Petrus. "Hasil pengujian urine yang bersangkutan diperoleh kesimpulan negatif. Tidak ada indikasi menggunakan atau setelah menggunakan narkoba. Hasilnya negatif," kata Kapolda saat konfrensi pers di Graha Katulistiwa, Polda Kalbar, Senin (29/2/2016).

Pihaknya kemarin juga sudah melakukan pra rekonstruksi. Observasi juga dilakukan dibantu Mabes Polri. Kemarin, jajarannya juga berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut umum untuk konstruksi pembuktian dan penyelesaian proses penyidikannya.

"Untuk mengungkap seluruh kejadian ini, seluruh alat bukti sudah diperoleh dan diperiksa dan sudah dilakukan autopsi, kami coba mundur ke belakang. Apa yang sebenarnya terjadi," ujar Kapolda.

Pihaknya mulai dari masalah keluarga. Dalam hubungan keluarga yang menikah pada 8 November 2009 ini, ada pemicu konflik antara suami dan istri dimana diawali dengan adanya SMS masuk ke Petrus yang kata istrinya dari seorang cewek.

SMS ini kemudian menimbulkan kecemburuan. "Istrinya mengatakan suaminya selingkuh dan lain sebagainya, punya cewek lagi. Sifat Petrus sendiri, dari teman dan pembinanya waktu pendidikan dan teman bekerja orangnya terbuka dan gampang bergaul," jelas Kapolda.

Dari situ istrinya terus menanyakan ke yang bersangkutan. Tapi ini ditanggapi lain oleh Petrus yang juga cemburu terhadap istrinya. Saat bertemu istri Petrus di Melawi, Kapolda mengatakan, untuk membantu suaminya, istrinya menyampaikan kalau dirinya punya usaha menerima pesanan kue. Sehingga kadang dia harus belanja bahan untuk buat kue.

Setelah muncul masalah SMS itu, Petrus justru memata-matai istrinya dengan menyuruh orang lain. Petrus yang merupakan anak tunggal ini, sering menelepon, mengontrol bahkan menyuruh orang mengawasi keberadaan istrinya.

"Istrinya tidak senang dengan hal ini. Tidak senang karena kok tidak saling percaya antar suami- istri. Puncaknya istrinya minta cerai. Ini kejadian sekitar dua minggu sebelum kejadian," ujar Kapolda.

Meski ada permintaan cerai, hubungan keduanya tetap berkomunikasi dengan baik. Kapolda mengatakan, tak menemukan informasi keduanya bertengkar.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved